Breaking News:

Ubah Laku

Satgas: Mayoritas Daerah Sudah Masuk Zona Kuning, Namun Warga Mulai Lalai Prokes

kabupaten dan kota di Jabar kini masuk Zona Kuning, yakni kawasan berisiko rendah penularan Covid-19. Sayangnya, hal ini ikut menurunkan kewaspadaan

Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Dedez Anggara saat memberikan masker kepada anak-anak yang tidak mengenakan masker di Desa Pabean Udik, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Selasa (27/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON, BANDUNG - Wabah Covid-19 di Jawa Barat memang kian mereda, hal ini ditandai dengan semua kabupaten dan kota di Jabar yang kini masuk Zona Kuning, yakni kawasan berisiko rendah penularan Covid-19. Sayangnya, hal ini ikut menurunkan kewaspadaan masyarakat atau pelaksanaan protokol kesehatan.

Ketua Divisi Komunikasi Publik, Perubahan Perilaku, dan Penegakan Aturan, Satgas Penanganan Covid-19 Jabar, Ade Afriandi, mengatakan memang dalam inmendagri Nomor 42 Tahun 2021, di Jabar tidak ada lagi PPKM Level 4, hanya Level 2 dan Level 3. Hasil zonanya, mayoritas Zona Kuning.

Dengan adanya peningkatan hasil asesmen, katanya, beberapa fasilitas yang awalnya diketatkan, mulai dilonggarkan. Beberapa tempat, ruang publik, dan komersil, mulai dibuka, aktivitas warga pun mulai berjalan. Bahkan di kawasan PPKM Level 2 dan, dikatakan normal seperti sedia kala.

"Memang dari hasil monitoring di lapangan masyarakat mulai terlihat lalai ya, mengabaikan prokes. Karena mereka merasa sudah divaksin dan mereka yakin tidak terpapar. Masih ada masyarakat yang mengaku lupa menggunakan masker juga. Dari dua tahun ini, masih ada yang lupa terus," katanya melalui ponsel, Selasa (28/9).

Baca juga: PTM di Jabar Sesuai Instruksi Pusat & Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, Ridwan Kamil Bilang Begini

Kemudian juga, katanya, di beberapa daerah tujuan wisata masih ada pelaku usaha di industri pariwisata ataupun di wilayahnya yang belum bersedia dan belum siap divaksin. Kondisi inilah yang mewarnai pelonggaran aktivitas di ruang-ruang publik ataupun di ruang komersial.

"Kepatuhan masyarakat Jabar itu tinggi, tetapi kalau kita ambil sampel di ruang publik, contoh di Pangandaran atau daerah tujuan wisata, itu perpaduan penduduk lokal dan wisatawan, kita coba ukur waktu dua minggu ke belakang ternyata penduduk lokal banyak yang lalai mengabaikan masker dan jaga jarak di tempat usaha," katanya.

"Para pelaku usaha, katanya  tidak terlalu berani untuk mengarahkan pengunjung supaya jaga jarak. Walau duduknya itu sudah dikasih tanda silang, tapi tetap diduduki. Memang betul secara umum kepatuhan masyarakat terhadap prokes sudah tinggi tetapi di dalam kasuistis di lokasi tertentu tetap saja kami menemukan masih ada yang lalai. kekalalain itu di ruang publik, cafe, resto, warung makan yang menjamur," katanya.

Untuk mengatasinya, pihaknya bersama satgas kabupaten, kecamatan, kelurahan, terus melakukan edukasi prokes.

Baca juga: Imunisasi di Posyandu Didorong Kembali Digelar Rutin Dengan Terapkan Protokol Kesehatan

 kita kerja bareng edukasi prokes, menggandeng komunitas sejak juli. Seperti dengan penyanyi jalanan, pkl, pedangan kasar, komunitas seni agar mereka bisa emngedukasi ke komunitasnya dan masyarakat umum.

Sebelumnya diberitakan, seluruh daerah di Jawa Barat kini berada di zona kuning atau kategori risiko rendah dengan skor 2,73. Ini berdasarkan data Bersatu Lawan COVID-19 periode 13-19 September 2021. 

Meski bebas zona oranye dan merah, disiplin prokes 5M harus ditingkatkan karena pandemi belum usai. Kenyataannya sudah terlihat. Data per 23 September 2021 tingkat kepatuhan warga Jabar dalam memakai masker mencapai 91,09 persen dan jaga jarak 89,54 persen. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved