Breaking News:

Kenang Sejarah, Monumen Keris Naga Raja Dijadikan Simbol Desa Sumber Kulon Majalengka

Kepala Desa Sumber Kulon Majalengka, Ki Bagus Wardilah mengatakan, peresmian Monumen Keris Naga Raja telah dilaksanakan pada Minggu (26/9/2021)

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Eki Yulianto/Tribuncirebon.com
Monumen Keris Naga Raja dibuat oleh Pemerintah Desa Sumber Kulon yang akan dijadikan sebagai simbol sejarah keberadaan terbentuknya Desa Sumber Kulon 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Pemerintah Desa Sumber Kulon, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka membuat Monumen Keris Naga Raja di depan pintu masuk desa.
Monumen tersebut dijadikan sebagai simbol sejarah keberadaan terbentuknya Desa Sumber Kulon yang mana nenek moyang Desa Sumber, Pangeran Sukmajaya Diningrat selalu membawa Keris Naga Raja sebagai senjata.
Kepala Desa Sumber Kulon Majalengka, Ki Bagus Wardilah mengatakan, peresmian Monumen Keris Naga Raja telah dilaksanakan pada Minggu (26/9/2021) kemarin.
Yang mana, serangkaian kegiatan juga digelar demi memeriahkan acara tersebut.
"Alhamdulillah, kemarin diresmikannya. Monumen Keris Naga Raja sebagai slogan atau simbul sejarah keberadaan Desa Sumber Kulon. Pembuatan monumen juga berasal dari swadaya masyarakat," ujar Ki Bagus Wardilah kepada Tribun, Senin (27/9/2021).
Monumen Keris Naga Raja dibuat oleh Pemerintah Desa Sumber Kulon yang akan dijadikan sebagai simbol sejarah keberadaan terbentuknya Desa Sumber Kulon
Monumen Keris Naga Raja dibuat oleh Pemerintah Desa Sumber Kulon yang akan dijadikan sebagai simbol sejarah keberadaan terbentuknya Desa Sumber Kulon (Eki Yulianto/Tribuncirebon.com)
Dia menjelaskan, monumen tersebut melambangkan kejayaan juga kemakmuran.
Selain itu merupakan juga simbol kewibawaan Desa Sumber Kulon.
Masih kata Kades, tujuan terbentuknya monumen juga sebagai bentuk pelestarian budaya adat desa.
Dan mengenang peninggalan leluhur turunan Kebagusan, seperti Ki Bagus Rangon, Ki Bagus Arsitem dan Pangeran Sukmajaya Diningrat.
"Jadi cerita yang berkembang di masyarakat yaitu tentang Kisah Babad Sumber. Beredar secara turun temurun untuk masyarakat Sumber secara umum hanya tau bagaimana kisah legenda terbentuknya Sumur Sindu, Sumur Balok serta situs desa Sumber lainnya yang selanjutnya menjadi cikal bakal diberikannya istilah Sumber untuk sebuah kampung dengan mayoritas areanya adalah perkebunan tebu."
"Sumber mempunyai potensi budaya yang luar biasa dibanding daerah lain di Majalengka, Sejarah Sumber mempunyai nilai yang sangat luar biasa. Jika tahu tentang kisah Pemberontakan Ki Bagus Rangin maka nama Buyut Arsitem tidak akan lepas dari kisah itu."
"Mungkin tidak tahu kalau pemberontakan Bagus Rangin pada tahun 1818 tidak kalah dahsyat dengan perjuangan Pangeran Diponegoro 1825. Akibat perjuangan itu Buyut Arsitem beserta pengawalnya akhirnya menemukan desa Sumber," ucapnya.
Ko Bagus Wardilah berharap, dengan telah berdirinya Monumen Keris Naga Raja bisa dijadikan daya tarik wisatawan yang akan berkunjung ke Desa Sumber Kulon.
Sebab selama ini, khususnya dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Desa Sumber Kulon selalu dikunjungi para pendatang dari berbagai macam daerah di sekitar Pantura Indramayu hingga Banten.
"Banyaknya masyarakat yang datang ke Desa Sumber Kulon secara tidak langsung meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dengan berjualan makanan dan sebagainya," jelas dia.
Adapun, dalam peresmian Monumen Keris Naga Raja juga digelar kegiatan baksos dari kejuaraan Grass Track atau balapan motor trail.
Dari uang pendaftaran dan tiket penonton nantinya disumbangkan ke yayasan panti asuhan dan juga pondok pesantren.
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved