Breaking News:

Warga Bisa Minta Bantuan DPRKP Kota Cirebon Menebang Pohon, Tapi Harus Diganti

jika warga meminta bantuan untuk menebang pohon maka wajib menggantinya sesuai ukuran pohon tersebut.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Petugas DPRKP Kota Cirebon saat memangkas pepohonan di ruas Jalan Kesambi, Kota Cirebon, Sabtu (25/9/2021) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Warga Kota Cirebon bisa meminta bantuan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Kota Cirebon untuk memangkas atau menebang pohon.

Terutama pepohonan di dekat lingkungan tempat tinggalnya yang dikhawatirkan tumbang saat terjadi hujan lebat dan angin kencang.

Kepala DPRKP Kota Cirebon, Agung Sedijono, mengatakan, pemangkasan maupun penebangan pohon tersebut tidak bisa sembarangan.

Pasalnya, sering kali pepohonan tersebut berdekatan dengan kabel listrik dan kabel telepon sehingga harus dilakukan sangat hati-hati.

"Kami mempunyai tim khusus yang terdiri dari 10 orang dan satu mobil untuk pemangkasan pohon," ujar Agung Sedijono saat ditemui usai pemangkasan pohon di Jalan Kesambi, Kota Cirebon, Sabtu (25/9/2021).

Baca juga: Menjelang Musim Hujan, DPRKP Kota Cirebon Pangkas Pohon yang Rawan Tumbang

Ia mengatakan, jika warga meminta bantuan untuk menebang pohon maka wajib menggantinya sesuai ukuran pohon tersebut.

Misalnya, jika ukurannya besar maka masyarakat diharuskan menanam 10 pohon baru, lima pohon untuk ukuran sedang, dan dua pohon untuk ukuran kecil.

Pihaknya mengakui hal itu tidak diatur secara resmi dalam aturan tertulis karena hanya inisiatif dari DPRKP Kota Cirebon untuk menjaga keseimbangan alam.

"Ini upaya kami dalam menjaga keberadaan pohon di Kota Cirebon, jangan sampai habis ditebang," kata Agung Sedijono.

Agung meminta kesadaran masyarakat untuk menanam pohon lagi setelah meminta bantuan DPRKP Kota Cirebon menebang pohon.

Pasalnya, ia tidak menginginkan setelah pohon yang ditebang tidak ada penggantinya dan dikhawatirkan memicu terjadinya bencana alam seperti banjir.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved