Breaking News:

Taliban Terapkan Hukum Syariah, Hukuman Mati dan Amputasi Dipastikan Berlaku Lagi di Afghanistan

Bikin publik geram, Taliban akan kembali menerapkan hukum syariah, dipastikan hukuman mati dan amputasi berlaku di Afghanistan.

Penulis: MG Cirebon | Editor: Machmud Mubarok
AP/Felipe Dana
Penegak hukum Taliban 

Taliban Terapkan Hukum Syariah, Hukuman Mati dan Amputasi Dipastikan Berlaku Lagi di Afghanistan

TRIBUNCIREBON.COM – Bikin publik geram, Taliban akan kembali menerapkan hukum syariah, dipastikan hukuman mati dan amputasi berlaku di Afghanistan.

Dikutip dari nypost.com, Taliban sekali lagi akan menggunakan eksekusi dan amputasi untuk menegakkan interpretasi hukum Islam yang ketat.

Meskipun mungkin tidak di depan umum, salah satu pendiri kelompok itu mengatakan dalam sebuah wawancara terbaru.

Mullah Nooruddin Turabi, penegak hukum bermata satu dan berkaki satu yang bertanggung jawab atas keadilan selama pemerintahan brutal Taliban dua dekade lalu, memperingatkan masyarakat internasional untuk tidak ikut campur dengan rezim baru di Kabul.

"Semua orang mengkritik kami atas hukuman di stadion, tetapi kami tidak pernah mengatakan apa pun tentang hukum dan hukuman mereka," kata Turabi kepada Associated Press dari ibu kota.

Baca juga: Video 36 Detik Bocor, Pasukan Taliban Bersukacita Usai Menghilangkan Nyawa Tentara Afghanistan

“Tidak ada yang akan memberi tahu kami seperti apa hukum kami seharusnya. Kami akan mengikuti Islam dan kami akan membuat hukum kami berdasarkan Al-Qur'an,” tambahnya.

Sejak mengambil alih kekuasaan pada 15 Agustus, Taliban telah membuat ketakutan kolektif di antara warga Afghanistan dengan mengembalikan Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan, yang telah dihapuskan setelah pendudukan AS.

Dari tahun 1996 hingga 2001, kementerian memberlakukan pembatasan ketat terhadap perempuan, yang dipaksa mengenakan burqa, dilarang meninggalkan rumah mereka tanpa kerabat laki-laki, dan dilarang mengenyam pendidikan di luar kelas enam.

Kementerian yang dipimpin oleh Turabi pada saat itu, juga secara brutal memberlakukan waktu sholat, mengamanatkan agar pria menumbuhkan janggut, dan melarang musik, merokok, dan bentuk hiburan lainnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved