Breaking News:

Ingin Menjadi Negara Adikuasa Gantikan AS, Dunia Menyoroti Ambisi China

Belakangan ini China sedang mendapat banyak sorotan karena ambisinya yang ingin menjadi negara adikuasa menggantikan AS.

Penulis: MG Cirebon | Editor: Machmud Mubarok
REUTERS
Potret Presiden AS Joe Biden dan Pemimpin China Xi Jinping 

The Global Times meramalkan bahwa Afghanistan menunjukkan bahwa jika terjadi perang di selat itu, pertahanan Taiwan akan “runtuh dalam beberapa jam dan militer AS tidak akan datang untuk membantu”.

Kebijakan AS selama 40 tahun telah menjadi salah satu ambiguitas strategis yang tidak terjawab apa yang mungkin dilakukan jika terjadi invasi.

Risalah yang memprediksi konflik dengan China telah mengalir selama beberapa dekade. Dalam apa yang sering disebut alkitab sekolah ancaman China modern, Richard Bernstein dan Ross Munro memperingatkan konflik yang akan datang dengan China pada awal 1997.

Sejak saat itu seluruh perpustakaan telah terisi membahas tema ini, termasuk salah satunya oleh Ian Easton yang memetakan bagaimana invasi akan berjalan dari jam ke jam.

Jean-Pierre Cabestan, penulis ‘Demain la Chine: guerre ou paix?’, telah menulis tentang kemungkinan invasi ke Taiwan selama hampir dua dekade.

Dia khawatir jika titik balik telah tercapai, “Proyek Beijing menjadi sedikit lebih jelas setiap hari, yaitu untuk menjadi kekuatan utama dunia dan dengan demikian melengserkan Washington dari alasnya, mendominasi Asia timur dan dengan demikian mengusir Amerika dari Pasifik barat,” tulisnya.

“PLA [Tentara Pembebasan Rakyat] sedang mempersiapkan sedikit lebih banyak setiap hari untuk konflik bersenjata dengan Taiwan”, tambahnya.

Mantan perdana menteri Australia Kevin Rudd mencatat bahwa dengan Hong Kong dalam cengkeramannya yang kuat, China melihat Taiwan sebagai urusannya yang belum selesai.

“Saya pikir apa yang akan kita lalui adalah periode di mana China akan melihat pilihannya untuk memanfaatkan Taiwan kembali ke dalam bentuk persatuan politik dengan China pada saat kita mencapai akhir 2020-an dan 2030-an,” kata Rudd baru-baru ini di CNBC.

"Dan saat itulah saya percaya itu berbahaya bagi kita semua".

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved