Breaking News:

Suami Murka Tahu Istri Jalan dengan Pria Lain, Siksa Istri hingga Wafat dengan Cara Ini

Bahkan penganianyaan brutal tersebut dilakukan suami di depan istri sirinya yang secara kebetulan datang saat penganiayaan.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunjabar/Hilman Kamaludin
Polisi saat menggiring suami yang menyiksa istrinya. 

Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Yohannes Redhoi Sigiro mengatakan, aksi penganiayaan yang dilakukan pelaku itu bemula ketika korban mengaku bahwa dia sudah jalan dengan pria lain, hingga akhirnya pelaku merasa cemburu dan naik pitam.

Baca juga: Cemburu Buta, Suami di Bandung Barat Siksa Istrinya dengan Kaki dan Besi Alumunium Hingga Tewas

"Pelaku melakukan penganiayaan secara cukup sadis kepada istri sahnya. Pada malam itu, pelaku tersulut emosi karena cemburu dikarenakan istrinya jalan atau pergi dengan laki-laki lain," ujarnya saat gelar perkara di Mapolres Cimahi.

Dalam melakukan aksinya, pelaku ini menginjak kedua paha menggunakan kaki kanan sebanyak dua kali, memukul kebagian paha kiri dan kanan dengan kepalan tangan kosong sebanyak empat kali, dan memukul kedua tangan korban sebanyak tiga kali.

Kemudian, kata Yohannes, aksi pelaku tersebut semakin brutal dengan memukul punggung korban sebanyak tiga kali dengan menggunakan besi almunium dengan panjang 45 sentimeter.

Tak sampai disitu, pelaku juga memukul bagian belakang kepala korban dengan kepalan tangan kosong sebanyak tiga kali, dan memukul kebagian dada dengan kepalan tangan kosong sebanyak satu kali. 

"Penganiayaan tersebut dilakukan sepanjang malam, hingga tengah malam. Akhirnya, dalam menutup penganiayaannya, pelaku menyundut rokoknya di paha korban," kata Yohannes.

Istri Jalan dengan Pria Lain

Cecep Dadan alias Dewa (37) tega menyiksa istrinya, Nani Sudiani (39) hingga meninggal dunia di rumahnya, Kampung Bongkok, RT 03/08, Desa Padaasih, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Aksi sadis suami menyiksa istri ini terjadi pada 15 September 2021 lalu.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kini pelaku sudah diringkus polisi dan mendekam di sel tahanan Mapolres Cimahi.

Baca juga: Teganya Ibu Tiri Habisi Anak Usia 8 Tahun Pakai Jasa Orang Bayaran, Mayatnya Dibuang ke Sungai

Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Yohannes Redhoi Sigiro mengatakan, aksi penganiayaan yang dilakukan pelaku itu bemula ketika korban mengaku bahwa dia sudah jalan dengan pria lain,  hingga akhirnya pelaku merasa cemburu dan naik pitam.

"Pelaku melakukan penganiayaan secara cukup sadis kepada istri sahnya. Pada malam itu, pelaku tersulut emosi karena cemburu dikarenakan istrinya jalan atau pergi dengan laki-laki lain," ujarnya saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Rabu (22/9/2021).

Dalam melakukan aksinya, pelaku ini menginjak kedua paha menggunakan kaki kanan sebanyak dua kali, memukul ke bagian paha kiri dan kanan dengan kepalan tangan kosong sebanyak empat kali, dan memukul kedua tangan korban sebanyak tiga kali.

Baca juga: Ketika Yosef Bilang ke Yeti Soal Kasus Subang: Mulanya Sebut Ada Perampokan, Tuti dan Amalia Diculik

Kemudian, kata Yohannes, aksi pelaku tersebut semakin brutal dengan memukul punggung korban sebanyak tiga kali dengan menggunakan besi almunium dengan panjang 45 sentimeter.

Tak sampai di situ, pelaku juga memukul bagian belakang kepala korban dengan kepalan tangan kosong sebanyak tiga kali, dan memukul ke bagian dada dengan kepalan tangan kosong sebanyak satu kali. 

"Penganiayaan tersebut dilakukan sepanjang malam, hingga tengah malam. Akhirnya, dalam menutup penganiayaannya, pelaku menyundut rokoknya di paha korban," kata Yohannes.

Setelah penganiayaan tersebut, kata dia, mereka berdua langsung beristirahat, namun tidak disangka pada dini hari korban merasa sakit hingga muntah dan akhirnya korban dibawa ke rumah sakit.

"Saat di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia. Akibat perbuatannya, Alhamdulillah dibawah 24 jam, pelaku berhasil kami tangkap, kami amankan dan sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Saat ini statusnya sebagai tahanan kami," ucapnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 44 ayat (3) Undang-udnang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved