Breaking News:

Pencarian Gibran Pendaki Hilang Saat Tunggu di Tenda Belum Usai, Jalur Pendakian Ditutup Sementara

Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dengan kepolisian sektor Tarogong Kaler menutup sementara jalur pendakian Gunung Guntur

Editor: dedy herdiana
Tribun Jabar / Sidqi Al Ghifari
Jalur pendakian Gunung Guntur Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021). 

Laporan Kontributor Garut, Shidqi Al Ghifari
 
TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dengan kepolisian sektor Tarogong Kaler menutup sementara jalur pendakian Gunung Guntur, pasca hilangnya Muhammad Gibran Arrasyid (14).

"Untuk jalur pendakian di tempat lain yang mengarah ke Gunung Guntur ditutup, imbauan sementara jangan ke sana karena sedang pencarian orang hilang," ujarnya saat diwawancarai Tribunjabar.id, Rabu (22/9/2021).

Penutupan jalur pendakian menurutnya dilakukan hingga batas pencarian survivor yaitu selama tujuh hari.

Baca juga: Gibran Hilang di Gunung Guntur, Petugas Sempat Kesulitan Saat Lakukan Pencarian Karena Kendala Cuaca

Muhammad Gibran Arrasyd (12) seorang pendaki asal Kecamatan Pangatikan dinyatakan hilang di Gunung Guntur
Muhammad Gibran Arrasyd (12) seorang pendaki asal Kecamatan Pangatikan dinyatakan hilang di Gunung Guntur (Polsek Tarogong Kidul)

Namun menurutnya waktu tersebut bisa saja bertambah hingga batas yang belum ditentukan.

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dengan menerjunkan 100 personil gabungan termasuk Polri, Basarnas, BKSDA dan warga sekitar.

Gibran diketahui pertama kali hilang saat sedang menunggu teman-temannya menuju puncak.

Ia menolak ikut ke puncak dengan lebih memilih berdiam diri di tenda yang berada di pos tiga.

Jarak antara pos tiga dan puncak gunung guntur memakan waktu enam jam perjalanan.

Yeni orangtua Gibran berharap anaknya baik-baik saja setelah dua malam hilang di gunung yang memiliki ketinggian 2.249 MDPL itu.

Baca juga: Sudah 3 Hari Gibran Hilang di Gunung Guntur, Orangtuanya Berharap Anaknya Itu Tahan Lapar dan Haus

"Mudah-mudahan anak saya dalam keadaan sehat,  kami khawatir takut dia haus atau lapar," ujarnya melalui video yang diterima Tribunjabar.id melalui Kapolsek Tarogong Kaler, Iptu Masrokan.

Yeni optimis anaknya tersebut bisa bertahan hidup hingga tim pencarian menemukannya.

"Mudah-mudahan Gibran dikuatkan, nahan lapar nahan haus sampai ditemukan kembali oleh tim pencarian," ungkapnya.(*) 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved