Breaking News:

Kuningan Masih Rentan Terhadap Ancaman TBC, Kabid Pengendalian Penyakit Uangkap Faktanya

Selama dua tahun terakhir, Denny menyebut bahwa kasus kematian akibat TBC itu terjadi pada tahun 2018-2019 ada sebanyak 138 kasus.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
kegiatan Bupati Kuningan H Acep Purnama tanda tangan Komitmen cegah penyakit TBC 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Kasus penyebaran penyakit TBC (Tuberculosis) di Kabupaten Kuningan terus menjadi perhatian pemerintah daerah.
Pemkab Kuningan berupaya memutus mata rantai paparan penyakit TBC di masyarakat.
Demikian hal itu dikatakan Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kuningan, H Denny Mustafa saat di konfirmasi via ponselnya, Rabu (22/9/2021). 
Menurutnya, paparan penyakit TBC ini muncul dari lingkungan dan kebiasaan warga kurang baik. Sehingga tidak sedikit terjadi kelembaban dalam suatu tempat dimana lokasi itu sebagai titik penyebaran penyakit TBC.
kegiatan Bupati Kuningan H Acep Purnama tanda tangan Komitmen cegah penyakit TBC
kegiatan Bupati Kuningan H Acep Purnama tanda tangan Komitmen cegah penyakit TBC (Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)
“Penyakit TBC ini akan muncul dari kelembaban yang timbulkan dari kebiasaan warga. Misal, untuk di lingkungan rumah saja. Itu masih ada tempat tinggal warga yang tidak sama kena cahaya matahari atau senggaja dengan tidak membuka jendela kamar rumah mereka, sehingga terjadi kelembaban,” katanya.
Mengenai daerah yang menjadi ancaman penyakit TBC, di Kuningan masih sangat banyak.
Seperti di Kecamatan Ciawigebang, Cibingbin,Luragung, Ciwaru, dan Kecamatan Cibeureum.
“Daerah Kecamatan Ciawigebang,Luragung, Cibingbin, Ciwaru, dan Kecamatan Cibeureum. Itu ada saja warganya belum melakukan pola hidup sehat berbasis lingkungan,” kata Denny.
Selama dua tahun terakhir, Denny menyebut bahwa kasus kematian akibat TBC itu terjadi pada tahun 2018-2019 ada sebanyak 138 kasus.
“Ditahun 2018 korban meninggal akibat TBC ada sebanyak 59 dan tahun 2019 itu ada sebanyak 79 kasus,” ujarnya.
Terpisah Bupati Kuningan H Acep Purnama melakukan tandan tangan komitmen bersama Pemberdayaan Masyarakat Pesantren Untuk Penanggulangan Tuberculosis Melalui Muslimat Nahdlatul Ulama di Gedung Sekretariat Muslimat NU yang terletak di Jalan Ir. H Juanda, Komplek Rumah Sakit Juanda Kuningan.
“Persoalan penyakit TBC merupakan persoalan bersama yang tidak boleh dianggap enteng. TBC merupakan salah satu penyakit berbahaya dan mematikan namun dapat disembuhkan dengan pengobatan yang dilakukan secara teratur.
Semoga dengan kegiatan Loka Karya ini bisa untuk menangkap potensi kader, penguatan jaringan, dan advokasi yang mesti dilakukan dalam mengentaskan TBCdi lingkungan masing-masing,” katanya.
Kegiatan Loka Karya Pemberdayaan Masyarakat Pesantren Untuk Penanggulangan Tuberculosis Melalui Muslimat Nahdlatul Ulama ini juga selaras dengan Prorgram Presiden RI (Gerakan Bersama Menuju Eliminasi TBC 2030). (*)
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved