Breaking News:

Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Doa Tak Pernah Putus Dipanjatkan Keluarga Tuti dan Amalia Agar Segera Terungkap: Setiap Sudah Sholat

Lilis Sulastri (56) salah satu kakak dari Tuti Suhartini (55) serta Uwak dari Amalia Mustika Ratu (23) masih terus merasakan keberadaan dari korban

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunjabar.id/Dwiky Maulana Vellayati
Yoris (34) anak tertua Tuti serta kakak dari Amalia korban pembunuhan di Subang saat menahan tangis di gelaran doa bersama di Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (9/9/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati.

TRIBUNCIREBON.COM, SUBANG - Satu bulan lebih ditinggalkan, kenangan-kenangan dari keluarga korban perampasan nyawa di Kabupaten Subang, Jawa Barat, masih terus dirasakan oleh keluarga.

Lilis Sulastri (56) salah satu kakak dari Tuti Suhartini (55) serta Uwak dari Amalia Mustika Ratu (23) masih terus merasakan keberadaan dari kedua korban tersebut.

"Saya juga sempat terlena, perasaan saya mereka berdua itu masih ada aja gak mikir kalo mereka udah gak ada," ucap Lilis saat ditemui dikediamannya yang berada di Dusun Jalancagak, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (21/9/2021).

Yeti (65) kakak tertua dari Tuti korban pembunuhan di Subang saat ditemui di kediamannya, Senin (23/8/2021).
Yeti (65) kakak tertua dari Tuti korban pembunuhan di Subang saat ditemui di kediamannya, Senin (23/8/2021). (Tribunjabar.id/Dwiky Maulana Vellayati)

Bahkan, Lilis juga sempat berdoa ketika dirinya menyelesaikan ibadah Sholat agar pelaku dari perampasan nyawa adik serta keponakannya tersebut segera menemui titik terang, dan menemukan petunjuk pada perjalanan kasus ini.

"Saya kalo sudah selesai sholat terus meminta kepada Allah untuk segera temukan titik terang, saya soalnya sudah gereget juga," katanya.

Kendati demikian, dirinya tetap optimis bahwa pihak kepolisian dapat segera menyelesaikan kasus kematian dari adik serta keponakannya itu.

"Saya tetap optimis polisi bisa mengungkap dan menangkap pelakunya dengan cepat," katanya sambil menahan tangis.

Diketahui, sebelumnya pada tanggal 18 Agustus 2021 warga dari Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, dihebohkan dengan penemuan mayat dari ibu dan anak yang tertumpuk didalam bagasi mobil mewah jenis Toyota Alpard.

Akan tetapi, sudah berjalan satu bulan lebih kasus tersebut masih belum dapat terpecahkan oleh pihak kepolisian.

Baca juga: Pakar Sebut Kasus Perampasan Nyawa di Subang Lebih Susah dari Kasus Kopi Sianida, Ini Sebabnya

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved