Breaking News:

Tak Mau Jadi Klaster Baru, BKPSDM Kabupaten Majalengka Pastikan SKD CPNS di UMC Utamakan Prokes

Bahkan, para peserta juga diminta mengenakan masker dua lapis, face shield, dan sarung tangan selama mengikuti SKD tersebut.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
TribunCIrebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Kabupaten Majalengka dipastikan mengutamakan protokol kesehatan. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Kabupaten Majalengka dipastikan mengutamakan protokol kesehatan.

Kabid Pengadaan Pemberhentian dan Informasi BKPSDM Kabupaten Majalengka, Ridwan M Ramdani, mengatakan, hal itu untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Pihaknya juga tidak menginginkan pelaksanaan SKD CPNS di Aula UMC, Jalan Fatahillah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, itu menjadi klaster baru dalam penyebaran virus corona.

"Kami juga berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 untuk mengatur alur peserta yang mengikuti SKD CPNS," ujar Ridwan M Ramdani saat ditemui di UMC, Senin (20/9/2021).

Baca juga: BKPSDM Kabupaten Majalengka Temukan Hal Ini di Hari Pertama Pelaksanaan SKD CPNS

Ia mengatakan, seluruh panitia juga dipastikan mengenakan alat pelindung diri (APD) dari mulai sarung tangan dan masker.

Bahkan, para peserta juga diminta mengenakan masker dua lapis, face shield, dan sarung tangan selama mengikuti SKD tersebut.

Suhu tubuh para peserta SKD tidak boleh melebihi 37,3 derajat celcius. Pihaknya pun menyiapkan ruangan khusus bagi peserta yang suhu tubuhnya melebihi batas tersebut.

Selain itu, mereka juga diharuskan membawa surat keterangan negatif Covid-19 dari hasil pemeriksaan rapid test antigen yang berlaku 1 × 24 jam.

Baca juga: Biometrik Wajah Tak Dikenali, Peserta SKD CPNS Kabupaten Majalengka Tak Boleh Ikut Tes

Menurut dia, pemeriksaan rapid test antigen disiapkan di UMC bagi peserta yang tidak membawa maupun masa berlaku suratnya telah habis.

"Ini untuk memastikan bahwa peserta yang mengikuti SKD bebas dari Covid-19, dan kami juga mengatur jarak antarkursi hingga dua meter," kata Ridwan M Ramdani.

Ridwan menyampaikan, pengaturan jarak juga dilakukan di setiap antrean peserta yang akan memasuki Aula UMC untuk mengikuti SKD.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved