Breaking News:

Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Pakar Sebut Kasus Perampasan Nyawa di Subang Lebih Susah dari Kasus Kopi Sianida, Ini Sebabnya

Poppy mengatakan, kasus kali ini lebih berat dibanding kasus kopi sianida yang terjadi pada tahun 2016 lalu.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunjabar.id/Dwiky Maulana Vellayati
Poppy Amalia ahli mikro ekspresi saat menemui rumah keluarga korban perampasan nyawa di Dusun Jalancagak Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Senin (20/9/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati.

TRIBUNCIREBON.COM, SUBANG - Belum terungkapnya kasus perampasan nyawa Tuti dan Amalia di Subang membuat pakar sebut kasus ini lebih sulit dari kasus kopi sianida.

Poppy Amalya yang merupakan pakar mikro ekspresi turut menanggapi pada kasus perampasan nyawa yang terjadi pada ibu dan anak di Kabupaten Subang pada tanggal 18 Agustus 2021 lalu.

Poppy mengatakan, kasus kali ini lebih berat dibanding kasus kopi sianida yang terjadi pada tahun 2016 lalu.

"Kalo kasus sianida yang saya handle itu yang saya bantu pihak keluarganya itu ya saksinya banyak, di CCTV ada saksinya nah kalo kasus ini gak ada CCTV lebih parah lagi," ucap Poppy saat menyambangi rumah kediaman keluarga korban yang berada di Dusun Jalancagak, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (20/9/2021).

Poppy Amalia ahli mikro ekspresi saat menemui rumah keluarga korban perampasan nyawa di Dusun Jalancagak Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Senin (20/9/2021).
Poppy Amalia ahli mikro ekspresi saat menemui rumah keluarga korban perampasan nyawa di Dusun Jalancagak Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Senin (20/9/2021). (Tribunjabar.id/Dwiky Maulana Vellayati)

Menurutnya, pada kasus kematian dari Tuti Suhartini (55) serta Amalia Mustia Ratu (23) ini sangat rumit untuk dipacahkan, maka dari itu, dirinya sangat tertarik untuk turut menanggapi kasus yang sudah menjadi sorotan pada publik ini.

"Kalo menurut saya kasus ini lebih ngejelimet ya, kalo disana (kasus kopi sianida) itu ada CCTV, walaupun keliatan di zoom itu 32 kali ya pakai alat khusus dari Australia, nah kalo ini mana gak ada bingung gak tuh," katanya.

"Makannya polisi gak bisa asal, ngelacaknya juga dari CCTV yang minim terus anjing pelacak, semuanya lah dikerahkan ini turun semua, tapi saya yakin yah pihak kepolisian ini akan segera mengungkap kasus ini," ucapnya.

Diketahui, sampai satu bulan lebih pasca ditemukannya Tuti bersama Amalia meninggal secara mengenaskan di dalam bagasi mobil mewahnya itu, pihak kepolisian masih terus berusaha mengungkap kasus ini.

Sementara itu, 55 rekaman dari CCTV sudah di analisa oleh pihak kepolisian yang nantinya akan membantu dalam menangkap pelaku tersebut. 

Baca juga: Pakar Mikro Ekspresi Poppy Amalya Datangi TKP Perampasan Nyawa Tuti & Amalia di Subang, Ini Katanya

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved