Breaking News:

Cirebon Termasuk Daerah di Pesisir Pantura Yang Paling Rawan Tenggelam, Ini Penyebabnya

Cirebon, Pekalongan, Semarang, dan Surabaya adalah kota-kota pesisir utara Jawa yang paling rawan terhadap penurunan tanah ekstrem hingga tahun 2050

Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Puluhan orang saat mengikuti bersih-bersih di Pantai Cirebon, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Selasa (3/9/2019). 

TRIBUNCIREBON.COM - Daerah Cirebon, Pekalongan, Semarang, dan Surabaya yang berada di jajaran pesisir Pantai Utara Jawa menjadi kota paling rawan mengalami penurunan tanah ekstrem.

“Cirebon, Pekalongan, Semarang, dan Surabaya adalah kota-kota pesisir utara Jawa yang paling rawan terhadap penurunan tanah ekstrem hingga tahun 2050," kata Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Eddy Hermawan seperti dikutip dari Kontan, Kamis (16/9/2021).

Eddy menilai, kondisi morfologi daerah pesisir yang relatif datar membuat banyak aktivitas pembangunan infrastruktur jalan dan perekonomian terpusat di bagian utara Jawa.

Akibatnya, hal tersebut memberi beban lebih terhadap permukaan tanah dibandingkan luar wilayah utara Jawa.

Selain itu, menurut dia, penyedotan atau penggunaan air yang masif di wilayah tersebut juga memberi kontribusi tinggi terhadap penurunan permukaan tanah.

"Untuk itu, upaya mitigasi dengan kebijakan penggunaan air tanah, penanaman mangrove, dan pencegahan perusakan lingkungan harus segera dilakukan,” ujar Eddy.

Baca juga: Penyebab Kematian Tiba-tiba Burung Pipit di Balai Kota Cirebon Bukan Karen Virus, Tapi Karena Ini

Dalam kesempatan yang sama, Peneliti Ahli Utama Bidang Teknologi Penginderaan Jauh BRIN, Rokhis Khomarudin memaparkan hasil pemantauan citra satelit yang membuktikan terjadinya penurunan muka tanah.

Ia menyebutkan, wilayah DKI Jakarta antara 0,1 cm hingga 8 cm per tahun, Cirebon antara 0,3 cm hingga 4 cm per tahun, Pekalongan antara 2,1 cm hingga 11 cm per tahun, Semarang antara 0,9 hingga 6 cm per tahun, dan Surabaya antara 0,3 hingga 4,3 cm per tahun. 

Rokhis menambahkan, bagian pesisir utara Jawa, terutama Pekalongan, mengalami penurunan muka tanah yang paling tajam.

Menurut dia, kondisi geologi daerah pesisir yang cenderung lunak serta dibebankan dengan peningkatan pembangunan pemukiman dan penyedotan air tanah oleh penduduk sekitar menyebabkan penurunan muka tanah semakin tinggi.

Oleh karena itu, ia menekankan, perlu adanya monitoring terhadap penurunan tanah dan laju perubahan garis pantai akibat perubahan ketinggian air laut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pekalongan, Cirebon, Semarang, dan Surabaya Dinilai Paling Rawan Tenggelam", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2021/09/17/10070991/pekalongan-cirebon-semarang-dan-surabaya-dinilai-paling-rawan-tenggelam
Penulis : Rahel Narda Chaterine
Editor : Icha Rastika

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved