Breaking News:

Kecelakaan Maut di Jalur Pantura

Anak Munawaroh, Ibu Hamil yang Wafat dalam Kecelakaan Maut Ungkap Komunikasi Terakhir dengan Ibunya

anak kedua dari keluarga kecelakaan maut itu mengatakan, terakhir komunikasi sama almarhum Munawaroh (38) itu hari Jum'at (17/9/2021).

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Dok. Polsek Losarang
Kecelakaan maut di Jalur Pantura Indramayu tepatnya di Desa Santing, Kecamatan Losarang, Minggu (19/9/2021). Foto   

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Peristiwa kecelakaan maut yang melibatkan Munawaroh (38) dan Sabik Bil Khoirot di Jalur Pantura, Minggu (19/9/2921), menyisakan kisah sedih yang dirasakan keluarga korban.

"Tentu sangat sedih dengan kabar kecelakaan hingga meninggal yang di alami keluarga A Engkos tersebut," ungkap Habib Yahya Bin Husen yang juga adik ipar korban kecelakaan maut itu, saat ditemui di rumah duka di Desa Sidaraja, Kecamatan Ciawigebang, Kuningan, Senin (20/9/2021).

Sebelum terjadi kecelakaan, Yahya Bin Husen ini menceritakan, keluarga Engkos alias Kosim itu sebelumnya silaturahmi dan melakukan kegiatan keluarga pada umumnya, di Desa Karanganyar, Kecamatan Pusaka Jaya, Kabupaten Subang.

"Iya, A Engkos sebelum terjadi musibah bersilaturahmi dan membeli barang dagang untuk kebutuhan di sebagai pedagang di kampungnya. Saat sedang ngobrol keluarga, A Engkos sempat mengeluh ngantuk dan saat itu juga, istri saya sempat nawari buat ngopi tadi beliau gak mau," katanya.

Baca juga: Ibu Hamil 7 Bulan Korban Kecelakaan Maut di Jalur Pantura Telah Dimakamkan di Kuningan

Kecelakaan maut di Jalur Pantura Indramayu tepatnya di Desa Santing, Kecamatan Losarang, Minggu (19/9/2021). Foto 
 
Kecelakaan maut di Jalur Pantura Indramayu tepatnya di Desa Santing, Kecamatan Losarang, Minggu (19/9/2021). Foto   (Dok. Polsek Losarang)

Tidak lama dari waktu tadi, Engkos melangsungkan perjalanan pulang dan sekitar dua jam dari tempat tujuan sebelumnya di daerah Subang.

"Saya mendapat kabar, A Engkos telpon alami kecelakaan dan saya langsung ke lokasi dan melihat kondisinya emang memprihatinkan," katanya.

Mengenai kondisi di lingkungan kecelakaan tadi, diketahui istri Engkos alias Kosim dan anaknya memang sudah tidak bernyawa.

"Dari sana melihat kondisi korban sedang dilakukan evakuasi tim medis dan ada petugas kepolisian yang mengatur lalu lintas disana," katanya.

Perasaan lain yang membedakan hingga terjadi kecelakaan maut, kata Habib Yahya ini mengemuka, bahwa biasanya Engkos alias Kosim itu datang ke Subang malam hari dan melakukan kembali pulang pada siang hari berikutnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved