Breaking News:

Warga Bandung Barat Terima Sembako BPNT Busuk, Dinsos Minta Ganti dan Investigasi Kasus Ini

warga Kampung Cinangka, RT 02/06, Kecamatan Cipatat, Bandung Barat mengeluhkan paket sembako dari program BPNT karena sembako yang berbau busuk

Editor: Mumu Mujahidin
Istimewa
Ilustrasi: Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur menerima lauk pauk dalam paket sembako berupa ayam hidup. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG BARAT - Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat (KBB) menuntut agen penyalur sembako dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk mengganti item sembako yang diterima warga dalam kondisi busuk karena tidak layak dikonsumsi.

Seperti diketahui, sembako yang busuk berupa daging ayam dan telur itu diterima oleh Keluarga Manfaat (KPM) asal Kampung Cinangka, RT 02/06, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, KBB.

Kepala Dinas Sosial KBB, Sri Dustirawati mengatakan, terkait permintaan penggantian sembako busuk itu, pihaknya sudah mendatangi pihak agen yang menyalurkan batuan sembako tersebut.

Petugas kantor pos saat mengangkut bantuan sembako ke dalam mobil pos sebelum diantar kepada kepala rumah tangga sasaran (KRTS) di Kantor Pos Kabupaten Indramayu, Senin (27/4/2020).
Petugas kantor pos saat mengangkut bantuan sembako ke dalam mobil pos sebelum diantar kepada kepala rumah tangga sasaran (KRTS) di Kantor Pos Kabupaten Indramayu, Senin (27/4/2020). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

"Saya nuntut (sembako busuk) untuk diganti. Saya juga sudah tanyakan ada gak perjanjian untuk diganti, tapi agen itu gak membuka supplier-nya siapa," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Minggu (19/9/2021).

Untuk saat ini, pihaknya juga tengah melakukan investigasi terkait adanya tekanan dari pihak lain agar mereka membeli ke supplier yang sudah ditentukan. 

"Hari ini saya investigasi, pengen tahu si agen itu beli (bahan sembako) dari siapa, dan di belakang supplier itu siapa," kata Sri.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya juga akan segera berkomunikasi dengan pihak supplier itu jika sudah mendapat informasi dari agen penyalur tersebut.

"Saya juga akan bersurat ke Ibu Menteri (Sosial), berkoordinasi terkait usul penggantian sembako BPNT jadi bentuk tunai. Mudah-mudahan bisa segera ada perbaikan," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Kampung Cinangka, RT 02/06, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengeluhkan paket sembako dari program BPNT karena ada item sembako yang berbau busuk.

"Ada beberapa item yang tidak layak konsumsi. Ayam potong yang diterima sudah berbau busuk dengan warna daging sudah membiru, jadi saya tidak berani mengkonsumsi sembako tersebut," ujar Warga setempat Tarti (42) di Cipatat.

Ia mengatakan, paket sembako dari BPNT tersebut diterima pada 12 September 2021 lalu, tepatnya pada sore hari.

Namun, saat paket itu disimpan di rumah langsung tercium seperti bau bangkai.

"Setelah dicari ternyata bersumber dari daging ayam dari paket bansos," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved