Breaking News:

Anak Muda di Indramayu Manfaatkan Teknologi Untuk Usaha Kebun Hidroponik, Hasilkan Jutaan Rupiah

Teknologi berbasis android dimanfaatkan sejumlah anak muda di Kabupaten Indramayu untuk berkebun.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Petani muda saat menunjukan kerja aplikasi android dalam manajemen tanam di kebun Tugu Hidroponik di Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Minggu (19/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Teknologi berbasis android dimanfaatkan sejumlah anak muda di Kabupaten Indramayu untuk berkebun.

Dengan menggunakan aplikasi android, mereka merintis usaha kebun hidroponik hingga dapat menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya.

Kebun tersebut mereka beri nama Tugu Hidroponik yang berlokasi di Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu.

Ada 6 jenis sayuran yang mereka tanam, yakni tanaman pakcoy, selada, bayam, kangkung, paper mint, dan sayur pagoda.

Penggagas Tugu Hidroponik, Pidri (25) mengatakan, inisiatif memanfaatkan teknologi ini bertujuan untuk mempermudah proses berkebun.

"Awalnya kami dari manual ya, data-data kita tulis dalam buku sampai beberapa bulan dan kita berfikir ini agak repot," ujar Pidri kepada Tribuncirebon.com, Minggu (19/9/2021).

Petani muda di kebun Tugu Hidroponik di Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Minggu (19/9/2021).
Petani muda di kebun Tugu Hidroponik di Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Minggu (19/9/2021). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Lanjut Pidri, sehingga mereka pun berinisiatif untuk bertransportasi dengan mencoba memanfaatkan digitalisasi.

Setelah diaplikasikan, pengelolaan kebun justru lebih mudah dan efisien, khususnya dari sisi manajemen tanam.

Mulai dari pembibitan, peremajaan, hingga panen tanaman, semuanya terintegrasi dalam android.

Hal ini pula yang membuat kualitas tanaman hidroponik anak muda tersebut lebih bagus karena perawatannya lebih terkontrol.

Masih dijelaskan Pidri, melalui aplikasi tersebut, pihaknya bisa memantau perkembangan dari tanaman yang mereka tanam di kebun hidroponik tersebut, mulai dari memantau usia tanaman dan lain sebagainya.

Ke depan, para anak muda itu juga tengah merancang inovasi lainnya berbasis digital untuk mengatur kelembapan kebun, kadar pH tanah, dan lain-lain.

"Sehingga nanti semuanya kita harapkan bisa otomatis, sejauh ini kita baru di manajemen pola tanamnya supaya memudahkan kami petani dalam mengelola kebun," ucap dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved