Breaking News:

Pengakuan Komplotan Pengganjal ATM yang Dibekuk Polres Cirebon Kota: Belajar dari YouTube

mereka merupakan komplotan pengganjal ATM, atau sindikat kasus pencurian dengan kekerasan (curas) dan modusnya mengganjal ATM menggunakan tusuk gigi.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar (kiri), dan Wakapolres Cirebon Kota, Kompol Ahmat Troy Aprio (kanan), menunjukkan sejumlah barang bukti yang disita dari komplotan pengganjal ATM saat konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Sabtu (18/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Empat pria berkaus biru tampak berbaris di belakang Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar, saat konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Sabtu (18/9/2021).

Mereka tampak menggunakan penutup wajah dan tangannya saling terborgol. Tulisan "Tahanan Satreskrim" terlihat di bagian dada kiri kaus biru yang dikenakan empat orang tersebut.

Rupanya mereka merupakan komplotan pengganjal ATM, atau sindikat kasus pencurian dengan kekerasan (curas) dan modusnya mengganjal ATM menggunakan tusuk gigi.

Baca juga: Crime Story, Komplotan Pengganjal ATM Diringkus Polisi, Beraksi 18 Kali, Begini Modus Operandinya

"Belajar dari YouTube," kata salah satu dari empat tersangka itu saat ditanya Fahri mengenai keahlian mereka menggasak uang dari ATM.

Pria berinisial ME itu mengaku mempelajari teknik menukar kartu secara cepat sehingga korban tidak melihat dan menyadarinya dari video yang ditonton di YouTube.

Sementara anggota komplotan lainnya yang berinisial PE juga mengakui belajar menghafal nomor PIN secara kilat dari YouTube.

Teknik itu digunakannya saat korban mengetik PIN sehingga waktu yang diperlukannya untuk menghafal angka-angka tersebut tergolong singkat.

Bahkan, PE dapat mengetahui nomor berapa saja yang diketik korban dari sudut pengelihatan yang sempit sekalipun.

"Kalau tangannya ditutup itu agak susah, harus mengira-ngira dan terkadang enggak berhasil," ujar PE.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar, mengatakan, seluruh anggota komplotan tersebut mempunyai keahlian khusus sehingga mereka berbagi peran saat beraksi.

Menurut dia, mereka juga tergolong pemain lama karena beberapa anggota komplotan itu merupakan residivis kasus serupa.

Karenanya, pihaknya mengimbau masyarakat selalu berhati-hati dan waspada ketika hendak mengambil uang tunai dari ATM.

Selain itu, dari hasil pemeriksaan diketahui komplotan tersebut cenderung beroperasi di gerai ATM yang berkelompok di mal dan minimarket karena minim keamanan.

"Bagi masyarakat yang merasa pernah menjadi korban aksi seperti ini dimohon segera melapor ke Polres Cirebon Kota, karena sejauh ini baru dua korban yang melapor," kata M Fahri Siregar.

Baca juga: Pengungkapan Komplotan Pengganjal ATM Berawal dari Aduan Korban, Kerugian Capai Belasan Juta Rupiah

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved