Breaking News:

INI 6 Tempat Wisata di Jabar yang Uji Coba Penerapan Standar CHSE, Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Selain objek wisata, katanya, ada 306 hotel dan restoran di Jabar yang juga sudah memenuhi standar CHSE.

Editor: Machmud Mubarok
TRIBUN JABAR/MUMU MUJAHIDIN
TWA Kawah Putih Ciwidey menyediakan wahana baru bernama Skywalk Saung Gapuy Sunan Ambu untuk pengunjung yang berlibur Lebaran saat ini. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat merilis daftar enam destinasi wisata yang menjalani uji coba penerapan adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi COVID-19. Enam tempat wisata ini dapat menjadi percontohan aktivasi tempat wisata yang memenuhi standar Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability (CHSE). 

Kepala Disparbud Jabar Dedi Taufik mengatakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebelumnya telah mengumumkan 20 tempat wisata yang ikut uji coba pembukaan untuk wisatawan. Adapun 20 tempat wisata tersebut tersebar di lima provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Di Jawa Barat, tempat wisata yang sudah dibuka ini adalah Jbound (Kota Bogor), Taman Safari (Kabupaten Bogor), The Lodge (Kabupaten Bandung Barat), Saung Angklung Udjo (Kota Bandung), Glamping Lakeside, dan Kawah Putih (Kabupaten Bandung).

Selain objek wisata, katanya, ada 306 hotel dan restoran di Jabar yang juga sudah memenuhi standar CHSE. Ia berpesan kepada wisatawan yang ingin berlibur ke Jabar, syarat utama yang harus dipenuhi yakni sudah melaksanakan vaksin dan menerapkan protokol kesehatan.

"Syarat utama itu vaksin, pastikan menggunakan aplikasi PeduliLindungi, pastikan pemesanan melalui aplikasi semua. Selain siapkan antigen di tempat wisata. Karena pasti di destinasi juga ada screening. Agar aman, cari juga tempat yang sudah CHSE," kata Dedi melalui ponsel, Sabtu (18/9).

Baca juga: INI Desa Wisata dengan Wahana Lengkap di Kuningan, Mulai River Tubing, Offroad Hingga Camping Ground

Baca juga: Belum Semua Objek Wisata di Majalengka Pakai Aplikasi PeduliLindungi Lho, Terkendala Sinyal Butut

Dedi pun tak menampik jika penurunan kasus Covid-19 cukup dilematis bagi sektor wisata. Di satu sisi, ia khawatir terjadi revenge tourism yang berpotensi meningkatkan kasus Covid-19, namun di sisi lain roda ekonomi harus tetap berjalan.

"Memang dilematis. Tapi yang jelas pengunjung harus taat prokes, tetap waspada. Pengelola objek wisata pun harus taat aturan," kata Dedi.

Dedi pun mengusulkan kepada pemerintah pusat agar aplikasi PeduliLindungi bisa memuat kapasitas wisatawan di objek wisata dengan pendekatan kawasan. Supaya wisatawan bisa memantau objek wisata mana saja yang penuh dan tidak.

"Kemarin saya usulkan, jadi pendekatannya kawasan. Jadi misalkan sekarang kawasan Kabupaten Bandung Barat ada The Lodge harus in line dengan Orchid Forest atau misalkan dengan Farm House. Kita usulkan untuk menjadi percontohan PeduliLindungi," katanya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved