Breaking News:

63 Pesantren di Kabupaten Cirebon Ikuti Program OPOP, Hasilkan Beragam Produk Unggulan

Sebanyak 63 pesantren di Kabupaten Cirebon mengikuti program One Pesantren One Product (OPOP).

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi (kanan), saat menerima kunjungan pendamping OPOP Wilayah III Cirebon di Pendopo Bupati Cirebon, Jalan Kartini, Kota Cirebon, Sabtu (18/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Sebanyak 63 pesantren di Kabupaten Cirebon mengikuti program One Pesantren One Product (OPOP).

Koordinator Pendamping OPOP Wilayah III Cirebon, Iwan Setiyawan, mengatakan, puluhan pesantren itu telah mengikuti seleksi ketat dan dinyatakan lolos.

Menurut dia, seluruh pesantren tersebut mendapatkan bantuan modal dari Pemprov Jabar untuk mengembangkan produk unggulannya.

"Bantuan modal yang diberikan berkisar antara Rp 25 juta - Rp 35 juta," kata Iwan Setiyawan saat ditemui usai beraudiensi di Pendopo Bupati Cirebon, Jalan Kartini, Kota Cirebon, Sabtu (18/9/2021).

Ia mengatakan, untuk mengikuti seleksi OPOP pesantren harus mempunyai produk dan mempresentasikan usahanya dalam audisi khusus.

Pihaknya mengakui produk buatan pesantren di Kabupaten Cirebon juga cukup beragam, dari mulai makanan olahan, kerajinan, pertanian, peternakan, perdagangan umum, dan lainnya.

Namun, mereka dituntut membuat produk berkualitas dan harganya terjangkau sehingga dapat bersaing di pasaran.

"Salah satu produk pesantren yang mengikuti program OPOP adalah cinderamata yang diberikan ke Bapak Bupati," ujar Iwan Setiyawan.

Bahkan, pesantren yang telah mendapatkan bantuan modal tahap pertama berpeluang mendapat bantuan tahap selanjutnya.

Nantinya, ada audisi tahap dua setelah usaha pesantren-pesantren di Kabupaten Cirebon yang mengikuti program OPOP berkembang.

Iwan menyampaikan, jika dinyatakan lolos seleksi tahap dua maka pesantren berhak mendapat bantuan modal selanjutnya senilai Rp 75 juta - Rp 200 juta.

"Kami berharap melalui program ini para santri tidak hanya memahami ilmu agama, tapi bisa berwirausaha juga," kata Iwan Setiyawan.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved