Breaking News:

Ratusan Karyawan DAMRI Bandung Hanya Dibayar Setengah Gaji Selama 7 Bulan, Tunggakan Rp 1 Miliar

General Manager DAMRI Cabang Bandung mengatakan, sejak tujuh bulan terakhir perusahaan hanya mampu membayarkan setengah dari gaji karyawannya.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Ilustrasi: Armada bus Damri yang melayani rute Terminal Harjamukti - BIJB Kertajati saat menunggu penumpang di Terminal Harjamukti, Jl Ahmad Yani, Kota Cirebon, Kamis (4/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Selama pandemi Covid-19 perusahaan plat merah, DAMRI Cabang Bandung mengalami penurunan pendapatan hingga 70 persen dan berimbas pada penundaan gaji ratusan karyawan.

General Manager DAMRI Cabang Bandung, Ahmad Daroini mengatakan, sejak tujuh bulan terakhir perusahaan hanya mampu membayarkan setengah dari gaji karyawannya.

Hal itu imbas dari kebijakan Pemerintah yang mengurangi mobilitas selama menangani pandemi. DAMRI pun, kata dia, akhirnya mengurangi jumlah armada yang beroperasi.

Selama PSBB dan PPKM Darurat, kata dia, hanya 60 unit yang operasional dari total 220 unit.

Praktis, pemasukan pun berkurang dari yang biasanya dapat mengangkut sampai 22 ribu, menjadi hanya 6 ribu penumpang saja per hari.

Bus Damri Bandung-Kertajati
Bus Damri Bandung-Kertajati (ISTIMEWA)

"Itu bermula dari pandemi Covid-19 karena untuk mengurangi atau mencegah penularan kan gitu, sehingga ada beberapa kebijakan mengurangi mobilitas orang juga, baik angkutan umum maupun angkutan pribadi di antaranya dengan PSBB kemudian PPKM Darurat," ujar Ahmad Daroini, saat dihubungi, Kamis (16/9/2021).

Selain pembatasan mobilitas dan aktivitas masyarakat, kata dia, kebijakan pembelajaran secara daring untuk pelajar sekolah hingga mahasiswa pun, turut berimbas pada menurunnya pendapatan yang diperoleh perusahaan.

Sebelumnya, Ratusan karyawan DAMRI cabang Bandung, mengaku sudah hampir tujuh bulan upahnya tidak dibayar secara penuh oleh perusahaan.

Ade Abdul Fattah, salah satu pengemudi DAMRI mengatakan, total ada sekitar 470 karyawan mulai dari staf hingga pengemudi yang upahnya tidak dibayarkan 100 persen.

Para karyawan pun, kata dia, sempat beberapa kali melakukan aksi untuk menuntut hak mereka kepada manajemen.

Selama tujuh bulan, mereka hanya menerima upah senilai Rp 1 juta.

Upah tersebut dinilainya tak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Karyawan di Bandung yang masuk tujuh bulan sekarang hampir gak gajian, baru dibayar Rp 1 juta," ujar Ade, saat ditemui di Jalan Pasteur, Kota Bandung, Rabu (15/9/2021).

Baca juga: 7 Bulan Karyawan Damri Bandung Tak Digaji, Dapur pun Enggak Ngebul, Mereka Murka, Tempuh Jalur Hukum

Janji Segera Dilunasi

Perusahaan BUMN DAMRI Cabang Bandung, berjanji bakal membayar sisa gaji ratusan karyawan selama tujuh bulan dengan skema mencicil, setiap bulan.

General Manager Damri Cabang Bandung, Ahmad Daroini mengatakan, terlambatnya pembayaran upah mulai terjadi pada Desember 2020. Gaji Desember baru dibayarkan separuh pada Januari.

Saat ini, kata dia, total tunggakan perusahaan untuk membayar gaji karyawan mencapai sekitar Rp 1 milyar.

"Pada bulan Desember itu kita karena ada kebijakan larangan mudik, natal dan tahun baru sehingga gaji bulan Desember kami bayarkan pada bulan Januari. Ada keterlambatan, itu mulai," ujar Ahmad, saat dihubungi, Kamis (16/9/2021).

Upah karyawan Desember yang dibayar separuh pada Januari, baru dilunasi pada 18 Februari, kemudian upah Januari mulai dibayarkan sejak Maret dan baru dilunasi pada 26 April.

Angsuran upah berlanjut dibulan berikutnya. Kini, perusahaan sedang berupaya melunasi upah para karyawan untuk Maret 2021.

Ditargetkan, upah karyawan Maret dapat dilunasi oleh perusahaan pada pekan ini.

"Inysa Allah nanti cair Minggu ini atau Minggu depan. Nanti kita bayar lagi, untuk pelunasan gaji bulan Maret. Nanti dari operasional kita ada sisa dan kita kumpulkan lagi untuk bayar," katanya.

Pihaknya belum dapat memastikan kapan pembayaran upah karyawan bakal kembali normal. Ia berharap penyebaran pandemi segera menurun agar pendapatan operasional perusahaan dapat kembali meningkat.

"Kita tergantung corona saja, kalau ini tetap landai terus Insya Allah kita segera selesaikan," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved