Breaking News:

Kasus Penghilangan Nyawa di Subang

Kesaksian Tukang Cuanki dan Surabi Pada Kasus Penghilangan Nyawa di Subang, 'Capek Ditanyai Polisi'

Sakur (23) merupakan tukang ketoprak yang berjualan tidak jauh dari lokasi kejadian. Dia mengaku sempat resah karena banyak polisi yang terus menerus

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Dwiki Maulana Vellayati
Petugas kepolisian saat kembali mendatangi lokasi kejadian perampasan nyawa ibu dan anak di Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (15/9/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati.

TRIBUNCIREBON.COM, SUBANG - Sejumlah warga Kampung Ciseuti Desa Jalan Cagak Kecamatan Jalan Cagak Kabupaten Subang, berharap polisi segera mengungkap perampasan nyawa Amalia Mustika Ratu (24) dan ibunya, Tuti. 

Anak dan ibu itu mati tragis dan mayatnya ditemukan di bagasi Toyota Alphard pada 18 Agustus 2021.

Hingga Rabu (15/3/2021), kasus itu masuk pekan ke empat dan polisi belum berhasil mengungkapnya.

Sakur (23) merupakan tukang ketoprak yang berjualan tidak jauh dari lokasi kejadian.

Dia mengaku sempat resah karena banyak polisi yang terus menerus kembali mendatanginya dan selalu bertanya ulang.

"Saya selalu ditanya, pertanyaannya sama gitu-gitu aja," ucap Sakur kepada wartawan, Rabu (15/9/2021).

Karenanya, Sakur berharap agar polisi segera mengungkap kasus dan menangkap pelaku perampasan nyawa  terhadap Amalia dan Tuti. 

"Kalau terganggu sih pasti ya soalnya sering ditanya polisi juga tapi mau gimana lagi saya memang tidak tahu apa-apa," katanya.

Tak hanya tukang ketoprak,pedagang lainnya pun juga ditanyai.  Di antaranya ada tukang surabi dan cuanki turut ditanya-tanya oleh polisi soal hari kejadian hingga soal Yosef.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved