Breaking News:

Tukang Cilok Hanya Pegang Uang Rp 500 Ribu Saat Istri Lahirkan Bayi Kembar Tiga, Inilah Nama-namanya

Tasiah, ungkap biaya lainnya seperti perlengkapan bayi dan kebutuhan sehari-hari suaminya cuma mempunyai uang sebesar Rp 500 ribu.

Editor: Mumu Mujahidin
tangkap layar video dok Padna Tribun Jabar Pangandaran
Bayi kembar tiga berjenis kelamin perempuan anak pasangan Tasiah (33) dan Sobirin (33) warga RT 10/4 Dusun Mekarasih, Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa barat. 

Dikira akan mempunyai satu bayi, sepasang suami istri di Pangandaran kaget bayi yang dilahirkan ternyata kembar tiga dan berjenis kelamin perempuan.

Pasalnya, saat dilakukan pengecekan USG diusia kandungan 6 bulan hanya terlihat satu bayi dengan kondisi kandungan normal.

Sepasang suami-istri (pasutri) ini bernama Tasiah (33) dan Sobirin (33) warga RT 10/4 Dusun Mekarasih, Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa barat.

Mereka memiliki bayi kembar tiga pada hari Selasa lalu (7/9/2021) dan dilahirkan secara Caesar di RSUD Pandega Pangandaran.

Namun diluar rasa bahagianya, karena kondisi ekonomiannya pasutri ini kebingungan untuk merawat ketiga bayi kembar tersebut.

Bayi kembar tiga berjenis kelamin perempuan anak pasangan Tasiah (33) dan Sobirin (33) warga RT 10/4 Dusun Mekarasih, Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa barat.
Bayi kembar tiga berjenis kelamin perempuan anak pasangan Tasiah (33) dan Sobirin (33) warga RT 10/4 Dusun Mekarasih, Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa barat. (tangkap layar video dok Padna Tribun Jabar Pangandaran)

"Perasaan kita kaget dan senang saat mendengar dari perawat saya melahirkan bayi kembar 3. Ya, tidak nyangka saja," ujar Tasiah kepada wartawan saat ditemui di rumahnya, Rabu (15/9/2021) pagi.

Karena sebelumnya, ungkap Tasiyah, Ia baru memiliki dua anak, yang anak pertama berusaia 7 Tahun dan yang ke dua berusia 2 Tahun.

"Dan sekarang alhamdulilah bertambah dikiranya satu bayi, saat melahirkan ternyata 3 bayi perempuan. Ya saya dan suami tetap bersyukur, karena ini anugrah dan titipan Allah SWT," ucapnya.

Kemudian dulu, ungkap Ia, untuk melakukan USG yang kedua, dokter menyarankan di pertengahan bulan september. 

"USG pertama kan satu bayi, tapi sebelum pertengahan bulan tepatnya 7/09/2021 ketiga bayi kami lahir dengan kondisi sehat dan berat bayi pertama 1,7 kg, bayi ke dua 1,3 kg dan yang ke tiga 1,7 kg," kata Tasiah.

Baca juga: Bayi Kembar Siam di Sukabumi Queenetha dan Queenesha, Butuh Uluran Tangan Orang Baik untuk Operasi

Sementara menurut suaminya Sobirin (33) mengatakan, Ia hanya bekerja sebagai pedagang cilok di Daerah Jakarta dan berpenghasilan tidak menentu setiap bulannya. 

Penghasilan rata-rata, sekitar dari Rp 1 juta hingga Rp 1,2 juta perbulan. 

"Saya sempat cemas saat lahiran istri karena Saya hanya pegang uang sebesar Rp 500 ribu. Dan sekarang juga untuk kedepannya, saya bingung untuk keperluan keluarga," ucapnya.

"Karena, Saya hanya tukang dagang cilok di bos saya. Tapi karena corono, hasil berjualan di Jakarta merosot. Sisa setor ke bos, cuma tersisa Rp 250 ribu dan kadang Rp 300 ribu perminggunya."

Meskipun kondisi ekonomi keluarganya serba kekurangan, Ia tetap bersyukur karena memiliki keluarga yang lengkap.

"Ya saya harap, ada bantuan dari Pemerintah Desa maupun Pemda Pangandaran. Dan disini, saya bersama istri dan anak-anak numpang di mertua," kata Sobirin. 

Baca juga: Unik, Bayi Kembar Tiga Dinamai Pandega Satu, Pandega Dua, Pandega Tiga, Ternyata Karena Sebab Ini

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved