Breaking News:

Ratusan Burung Pipit Berjatuhan di Balai Kota Cirebon Bukan Peristiwa Pertama di Jabar

Namun, jumlah burung pipit yang ditemukan mati tidak sebanyak di Kota Cirebon.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Bangkai burung pipit yang berserakan di halaman Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Selasa (14/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Matinya ratusan burung pipit di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Selasa (14/9/2021), ternyata bukan peristiwa pertama di Jawa Barat.

Petugas Polisi Hutan Resor KSDA XXII Cirebon Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Ade Kurniadi Karim, mengatakan peristiwa semacam itu pernah terjadi di wilayah Jawa Barat beberapa waktu lalu.

"Pernah terjadi di Sukabumi," ujar Ade Kurniadi Karim saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Rabu (15/9/2021).

Ia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di Sukabumi pada akhir Juli 2021.

Namun, jumlah burung pipit yang ditemukan mati tidak sebanyak di Kota Cirebon.

Menurut dia, burung pipit yang ditemukan mati di Sukabumi jumlahnya kira-kira hanya mencapai 20-an ekor.

Sementara peristiwa serupa terjadi di Bali pada pekan lalu dan jumlah burung pipit yang mati mencapai ribuan ekor.

Selain itu, pihaknya juga telah diinstruksikan untuk turun tangan mencari tahu penyebab kematian burung pipit tersebut.

Pasalnya, hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab matinya ratusan burung pipit di Balai Kota Cirebon.

"Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait, yakni DPPKP Kota Cirebon, Balai Veteriner Subang, dan lainnya," kata Ade Kurniadi Karim.

Sebelumnya, bangkai burung pipit berserakan di sekitar pepohonan yang berada di halaman depan hingga belakang Balai Kota Cirebon.

Petugas Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DPPKP) Kota Cirebon juga telah mengambil sampel untuk diuji di laboraturium.

Sampel burung pipit diuji laboratium menggunakan alat PCR di Balai Veteriner Subang karena fasilitas yang tersedia di Kota Cirebon belum memadai. (*) 

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved