Breaking News:

Pemalsuan Sertifikat Vaksin di Bandung Terungkap, Warga yang Miliki Dokumen Palsu Ini Akan Dipanggil

Sertifikat vaksin ilegal yang diperjualbelikan di media sosial oleh mantan relawan vaksinasi di Bndung ternyata tervalidasi di aplikasi PeduliLindungi

Editor: Mumu Mujahidin
PeduliLindungi.id
Ilustrasi Sertifikat vaksinasi: Pemalsuan Sertifikat Vaksin di Bandung Terungkap, Warga yang Miliki Dokumen Palsu Ini Akan Dipanggil 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Kasus pemalsuan sertifikat vaksin Covid-19 di Kota Bandung terungkap.

Sertifikat vaksin ilegal yang diperjualbelikan di media sosial oleh mantan relawan vaksinasi ternyata tervalidasi di aplikasi Peduli Lindungi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat Kombes Pol Arif Rahman mengatakan, sindikat pembuat sertifikat ilegal ini memiliki akses ke laman pcare.bpjs-kesehatan.go.id yang digunakan untuk membuat sertifikat yang sudah mendapat vaksin Covid-19.

"Jadi, ini memanfaatkan akses yang ada, bukan menjebol data (hack)," ujar Arif saat gelar perkara di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Selasa (14/9/2021).

Saat ini, total sudah ada 35 orang yang memiliki sertifikat vaksin tanpa divaksin. Ke 35 orang itu membeli sertifikat vaksin ilegal dari dua kelompok berbeda.

Baca juga: Cara Download Sertifikat Vaksin di PeduliLindungi.id atau Link SMS 1199, Berikut Cara Scan

"Untuk yang TKP pertama ada 9 sertifikat vaksin (yang diterbitkan) kemudian TKP kedua ada 26 sertifikat vaksin yang sudah dijual," katanya.

Sertifikat vaksin ilegal ini diterbitkan dan dijual oleh empat orang sindikat yaitu JoJo, IF, MY dan HH.

JoJo dan IF merupakan mantan relawan vaksinasi.

Sedangkan MY dan HH berperan memasarkan melalui media sosial.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved