Breaking News:

Luhut Pandjaitan Berulang Kali Sebut Objek Wisata Pangandaran, PHRI: Kami Sudah Berusaha Prokes

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan soroti protokol kesehatan Covid-19 di objek wisata Pangandaran

Editor: Machmud Mubarok
ISTIMEWA
Pengunjung pantai Pangandaran naik 3 sampai 4 kali lipat dibanding hari minggu sebelumnya, Minggu (7/7/2020). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNCIREBON.COM, PANGANDARAN - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan soroti protokol kesehatan Covid-19 di objek wisata Kabupaten Pangandaran, PHRI mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin.

"Kalau memang secara kuantitas tamu memang banyak, tapi kan kita juga sudah mengantisipasi ini dengan mengurai supaya tidak terkonsentrasi di satu titik," ujar Agus Mulyana, Ketua PHRI Kabupaten Pangandaran saat dihubungi Tribunjabar.id melalui selulernya, Selasa (14/9/2021) pagi.

"Kita sudah berupaya, dan memang sudah berhasil. Jadi, kita sudah berhasil mengurai wisatawan yang datang ke Pangandaran," tambahnya.

Menurut Agus, ke depannya juga pihaknya bersama stakeholder lainnya akan menerapkan zonasi.

"Di akhir pekan khususnya, kita akan terapkan zonasi. Kita delay dan kita arahkan ke titik yang belum penuh supaya tidak terkonsentrasi di satu titik. Intinya kita sudah selalu intens di Prokes," katanya.

Baca juga: Suka TaK Suka PPKM Tetap Diperpanjang, Nih Syarat Baru Perjalanan Transportasi, Wajib Lakukan Ini

Baca juga: Nih 11 Daerah di Jawa Barat yang Terapkan PPKM Level 2, Wilayah Bandung dan Sekitarnya Tak Termasuk

Baca juga: PPKM Diperpanjang Sampai 20 September, Ini Daerah-daerah di Jawa Barat Berstatus PPKM Level 2

Kemudian soal sorotan Luhut, lanjut Ia, untuk okupansi pihaknya sudah menerapkan 50 persen.

"Soal sorotan pak Luhut, karena pak Luhut itu kan melihat jumlah orang yang masuk (masuk objek wisata). Sedangkan anggota kita, itu 359 orang dengan jumlah kamar 5326."

"Itu ketika saya cek secara Random, posisinya tidak sampai 50 persen karena kan Pondok yang di dalam itu misalkan punya kamar 20 itu cuma terisi 5 kamar. Bahkan punya saya sendiri, dari 24 kamar itu hanya terisi paling 8 kamar. Tapi, kalau lihat tempat-tempat yang di depan pantai memang seperti itu (penuh)," ucap Agus.

Tapi, ujar Ia, kalau secara keseluruhan di Kabupaten Pangandaran hotel itu banyak yang 50 persen.

"Karena kan, pondokan di dalam itu ada yang terisi paling 2 kamar, ada juga yang penuh - penuh dan yang penuh itu pondokan yang didepan pantai," ucap tegasnya.

Kemudian, mengenai prokes Covid-19 pihaknya juga berusaha semaksimal mungkin mengedukasi wisatawan.

"Selain woro-woro, kita juga membuat 50 banner yang ditempatkan dititik strategis supaya prokesnya juga diperketat," katanya.

Jadi, ungkap Agus, tulisan di bannernya seperti ini, "kalau anda abaikan prokes berarti anda mendukung objek wisata ini ditutup." *

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved