Breaking News:

Pemukiman Kumuh di 14 Desa di Indramayu Mulai Ditangani

Program ini berasal dari Kementerian Pekerjaan dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tahun 2021.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Potret Pemukiman kumuh di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Senin (23/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sebanyak 14 desa di Kabupaten Indramayu menjadi sasaran realisasi Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Program ini berasal dari Kementerian Pekerjaan dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tahun 2021.

Bupati Indramayu Nina Agustina mengatakan, program Kotaku dilakukan untuk mempercepat penanganan pemukiman kumuh dan mendukung gerakan 100-0-100. 

"100 persen akses air minum layak, 0 persen permukiman kumuh dan 100 persen akses sanitasi layak," ujar dia melalui keterangan tertulis yang diterima Tribuncirebon.com, Senin (13/9/2021).

Nina Agustina menjelaskan, 14 desa yang menjadi sasaran ini tersebar di 4 kecamatan.

Yakni, Kecamatan Haurgeulis, Kecamatan Kandanghaur, Kecamatan Patrol, dan Kecamatan Sukra. 

Dengan rincian, sebanyak 9 desa mendapat program padat karya (cash for work) dan 5 desa lainnya memperoleh bantuan pemerintah untuk masyarakat (BPM) reguler.

Kegiatan cash for work atau padat karya tunai ini senilai Rp2,7 miliar untuk 9 desa yang terdiri dari 6 desa di kecamatan Haurgeulis dan 3 desa di Kecamatan Sukra, masing-masing desa mendapat bantuan senilai Rp 300 juta.

Sedangkan 5 desa lainnya, masing-masing mendapatkan Rp 1 miliar melalui kegiatan BPM reguler, yakni Desa Patrol, Patrol Lor, Patrol Baru, Eretan Kulon dan Desa Kertawinangun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved