Breaking News:

Kunjungi DPD PAN Kuningan, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Cerita Soal Kemiskinan Hingga Prostitusi

Zulhas membuka materi sosial yang terjadi pada warga Indramayu. Ditemukan 5,0 persen atau rata- rata warga tidak lulus pendididkan SD.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Ketua MPR Zulkifli Hasan di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan, berkunjung ke kantor DPD PAN Kuningan, Senin (13/9/2021). Ia banyak menceritakan perkara sosial yang terjadi di sejumlah daerah. 

”Saya tadi telah bertemu dengan pimpinan Pondok Pesantren di Cirebon, di mana setiap lulusannya itu mengirim banyak orang ke Eropa dan tadi juga ke Indramayu. Kedatangan dari Jakarta jauh itu, khusus untuk bertemu dengan Bupati Indramayu dan untuk menyampaikan temuan hasil penelitian atau riset kecil-kecil yang dilakukan teman saya, dan saya sampaikan ini sebagai sumbang pikir PAN kepada Bupati penangunggungjawab Kabupaten Indramayu,” kata Zulhas sapaan akrab saat mengawali sambutan acara Informal di DPD PAN Kuningan, Jalan Mohamad Toha – Kuningan, Senin (13/9/2021).

Disampaikan saat bareng Bupati Indramayu, Zulhas membuka materi sosial yang terjadi pada warga Indramayu. Ditemukan 5,0 persen atau rata- rata warga tidak lulus pendididkan SD.

“Iya di Indramayu berarti banyak yang tidak lulus pendidikan SD dan untuk kemiskinan kabupaten paling miskin dari nomor urut dari bawah. Diketahui juga di Indramayu banyak pekerja imigran perempuan ke Jakarta dan ke luar negeri. 

Baca juga: Zulkifli Hasan Disebut Harus Gerak Cepat Amankan Kader PAN, Direktur IPO: Partai Ummat Kekuatan Baru

Baca juga: Uba Subari Mantan Ketua BazNas Resmi Jadi Ketua DPD PAN Kuningan Keputusan Dibacakan Zulkifli Hasan

Padahal, kalau negara Bangladesh, Pakistan, India, itu mengirim pekerjanya itu laki-laki dan mirisnya ketika ditemui di sana, pekerja imigram perempuan itu kawin di luar dan saat ditanya, malah jawab karena suami saya sudah belikan motor,” ujarnya.

Indramayu, kata Zulhas itu merupakan wilayah yang diberikan Tuhan dengan alam hampir sempurna dan subur. 

“Padi menguning, kayu tanah bisa dimasak dengan menghasilkan ubi dan pantainya juga  terpanjang di Jawa Barat,” katanya. 

Seharusnya warga Indramayu itu orang sehat- sehat dan orang cerdas, karena ikannya banyak sumber protein dan alamnya subur penghasil oksigen bagus dengan hasil pertanian banyak itu sebagai karbohidrat.

“Seharusnya wargamu (ke Bupati Indramayu) itu sehat dan cerdas, akibat dukungan sumber daya alam. Dan saya tahu Bupati Indramayu ini anak dari Mantan Kapolri, Pak Dai Bahtiar dan pernah saya tolong saat buat perizinan usahanya,” katanya.

Zulhas menilai Bupati Indramayu itu merupakan sosok paling mulia, terlebih dengan tugas dan tanggungjawab dalam mengentaskan kemiskinan dan ini sesuai dengan janji Tuhan.

“Iya, sebenarnya Bupati Indramyu itu termasuk orang di tinggikan oleh Allah, karena dengan pekerjaan mengentaskan kemiskinan dan membantu warga kurang mampu. Sehingga tidak terjadinya kegiatan prostitusi,” katanya.

Permasalahan sosial selain terjadi di Indramyu, ini sama terjadi di Kabupaten Cirebon dan Kuningan. 

“Kuningan,Cirebon dan Indramayu itu sangat bisa berubah dan semua harus dari kita. Permasalahan sekarang, sektor pertanian saja. Kalangan petani sekarang sudah menjadi buruh tani, akibat mereka tidak memiliki lahan garapan dan terjual pada orang lain,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved