Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

FAKTA BARU Pembunuh Tuti & Amalia Diduga Masih di TKP Saat Jasad Mereka Ditemukan, Ini Penjelasannya

Menurut sang pakar, saat itu pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang itu masih ada di TKP.

Editor: Mumu Mujahidin
kolase TribunJabar/Youtube Fredy
CCTV ungkap aksi wanita diduga buang bukti pembunuhan, rekam detik-detik pasca jasad Tuti 

TRIBUNCIREBON.COM - Pembunuh Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu diduga masih berada di TKP saat pagi hari.

Tewas bersama ibunya, Tuti di bagasi mobil di rumahnya di Jalan Cagak Subang, kondisi Amalia sempat menggegerkan publik.

Pasalnya, Amalia putri Yosef ini ditemukan tewas tanpa busana.

Jasad ibu dan anak itu pertama kali ditemukan oleh suami sekaligus ayah korban, Yosef, pada Rabu (18/8/2021).

Pihak Polda Jabar membenarkan soal kondisi Amalia Mustika Ratu yang tidak memakai baju saat jasadnya ditemukan.

"Ya, kondisinya pada saat di tempat kejadian perkara (TKP) itu memang tanpa busana, tapi dalam keadaan tertutup," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago dilansir dari Tribun Jabar Rabu (25/8/2021).

Kini, teka-teki dimana baju Amalia setelah dilucuti pelaku itu pun disorot oleh pakar mikro ekspresi, Poppy Amalya.

Awalnya, Poppy Amalya turut memberi asumsi terkait sosok pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Ada sejumlah rentetan waktu yang menjadi dasar Poppy Amalya berasumsi bahwa sebenarnya pembunuh Tuti dan Amalia Mustika Ratu masih di lokasi saat polisi datang.

Psikolog sekaligus pakar mikro ekspresi ini merunut sejumlah kesaksian soal kronologi kejadian pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Pertama adalah Ajat, sekitar pukul 06.00 WIB, ia mengaku melihat mobil Alphard sedang parkir di rumah Tuti dan Amalia Mustika Ratu.

Kemudian pukul 07.00 WIB, Yosef mengaku baru sampai di rumah setelah pulang menginap di rumah istri muda, Mimin.

Saat itu, Yosef mengaku melihat rumahnya berantakan dan di dekat mobil sudah bersimbah darah.

Menurut sang pakar, saat itu pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang itu masih ada di TKP.

"Asusminya, di pagi hari itu pelaku masih di situ, dan melihat kejadian tersebut, karena selang waktunya begitu cepat," ujar Poppy Amalya, dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtubenya.

Tak hanya itu, di jam yang sama saat Yosef pulang ke rumah menemukan jasad Tuti dan Amalia, ada pergerakan aneh dari sebuah mobil silver.

Mobil tersebut tampak mendatangi tempat pencucian mobil yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Namun, bukannya mencuci mobil, dari mobil tersebut turun seorang wanita yang membuang bungkusan di tong sampah dekat pencucian mobil.

Terekam dalam CCTV.

Tak hanya itu, anjing pelacak juga mengendus tempat pencucian mobil tersebut ketika olah TKP.

"Pada saat ada mobil silver, inget lho terekam di CCTV, dia meletakan sebuah benda di tong sampah, di saat yang bersamaan, polisi hadir," ungkap Poppy Amalya.

"Asumsinya tidak jauh dari situ pelaku di situ. Di pagi hari masih di rumah tersebut saat pak Ajat jalan.

Bisa dibayangkan gak secepat itu, cepat sekali peristiwa itu terjadi," kata Poppy Amalya dikutip TribunnewsBogor.com dari akun Youtubenya.

CCTV ungkap aksi wanita diduga buang bukti pembunuhan, rekam detik-detik pasca jasad Tuti ditemukan
CCTV ungkap aksi wanita diduga buang bukti pembunuhan, rekam detik-detik pasca jasad Tuti ditemukan (kolase TribunJabar/Youtube Fredy)

Poppy juga menyoroti posisi mobil Alphard yang berisi jasad Tuti dan Amalia Mustika Ratu.

Pasalnya, mobil tersebut diparkir di garasi rumah dalam posisi tidak beraturan

"Pertama kali ditemukan, posisi mobil miring dengan satu ban yang naik ke lantai teras rumah.Lihat dari TKP, mobilnya diparkir dengan kondisi tidak normal, naik satu ban, di belakangnya ada ember dan genangan air.

Fungsinya ternyata air tersebut bisa melunturkan sidik jari," kata Poppy Amalya.

Poppy Amalya berasumsi, hal ini pula yang menjadi alasan mengapa jasad Amalia Mustika Ratu tak mengenakan busana saat ditemukan.

Poppy menduga, bungkusan yang dibuang wanita dari mobil silver tersebut adalah baju Amalia Mustika Ratu.

"Itu alasan kenapa korban dalam kondisi tidak mengenakan busana.

Barang yang dibuang (di tong sampah dekat pencucian mobil) tersebut diasumsikan baju dari korban, masih asumsi.

Karena ada sesuatu yang dibuang. Korban tidak mengenakan baju, yang satu ada ceceran darah, yang satu ibunya dalam kondisi bersih," kata Poppy Amalya.

Ibu dan anak yang tewas di bagasi mobil diduga dibunuh, korban sempat melawan
Ibu dan anak yang tewas di bagasi mobil diduga dibunuh, korban sempat melawan (kolase ist/TribunJabar)

Kapolres Subang AKBP Sumarni menerangkan dari hasil forensik, Tuti dibunuh sekitar pukul 01.00 WIB.

Sedangkan Amalia, kata AKBP Sumarni dihabisi pukul 05.00 WIB.

"Ada selang waktu 4 jam sebelum jam 5 karena disinyalir Amel meninggal pukul 5 pagi. Ada 4 jam waktu untuk membersihkan sidik jari di tubuh mayat tersebut.

Makanya kejadian tersebut, diasumsikan, mayat dieksekusi, dimandikan di kamar mandi baru dibawa lewat bagian depan,

Tapi kalau Amel karena jam 5 dan dekat jam 6 pelaku sudah tau akan ramai makanya ada ceceran darah, karena abis dieksekusi dibawa masuk, dan diambil ember untuk dibersihkan.

Ceceran darah tersebut menggambarkan mayat diseret dari kamar menuju jalan belakang," kata Poppy Amalya.

Pengakuan Petugas Pencucian Mobil

Menurut pegawai pencucian mobil, anjing pelacak mengendus tong sampah yang ada di depan.

Menurutnya, polisi lalu mengecek CCTV yang berada di seberang pencucian mobil.

Darik rekaman CCTV, terlihat pergerakan mobil silver sekitar pukul 07.00 WIB, Rabu (18/8/2021) hari di mana jasad Tuti dan Amalia Mustika Ratu ditemukan.

"Kalau masuk ke sini otomatis nyuci, ini mah gak, di depan. jalan perempuan, di CCTV mah, jalan ke sini gak tau buang apa," katanya seperti dikutip TribunnewsBogor.com dari akun Youtube Fredy Sudaryanto Sport.

Sesaat kemudian, seorang wanita misterius keluar dari mobil silver tersebut.

Kemudian, wanita misterius itu tampak membuang sebuah bungkusan yang disimpan dalam kresek hitam.

Diduga, isi bungkusan yang dibuang wanita misterius itu merupakan bukti pembunuhan ibu dan anak di Subang.

"Keluar seorang wanita membawa kantong kresek dan dibuang di tong sampah di tempat pencucian mobil.

Adanya di halaman pencucian mobil, tidak ada gerbang," katanya.

Menurutnya saat wanita tersebut membuang sebuah bungkusan, tak ada karyawan pencucian mobil yang melihat langsung.

Pasalnya, karyawan baru datang sekira pukul 10.00 WIB.

Sembari mencuci motor kliennya, ia bercerita bahwa anjing pelacak polisi langsung mengendus tempat sampah.

"Anjing ngejarnya ke tong sampah, kan udah jadi areng, tiap hari dibakar (sampah di tong)," katanya.

Menurutnya, di tong sampah tersebut sudah tak ada apa-apa lagi.

Hal itu karena setiap hari sampah di tong itu pasti dibakar.

"Ke tong sampah ngejarnya (anjing pelacak), gak ada, udah dua minggu, dibakar tiap hari. Dikasih ngedus apa, anjing langsung ke tong sampah ngoreknya. bagus penciumannya," katanya.

Yosef memberi kesaksian pada Kapolres Subang AKBP Sumarni saat pertama kali menemukan jasad Tuti dan Amalia Mustika Ratu dalam bagasi mobil di rumahnya, Desa Jalan Cagak, Subang, Jawa Barat Rabu (18/8/2021)
Yosef memberi kesaksian pada Kapolres Subang AKBP Sumarni saat pertama kali menemukan jasad Tuti dan Amalia Mustika Ratu dalam bagasi mobil di rumahnya, Desa Jalan Cagak, Subang, Jawa Barat Rabu (18/8/2021) (Youtube Heri Susanto)

Ia juga mengaku sempat melihat rekaman CCTV tersebut.

"Kalau buangnya gak terlalu terlihat, cuma ada mobil behenti, ada perempuan turun, bawa kresek terus masuk ke sini. pagi-pagi jam 7 kurang, iya pas kejadian," katanya.

Pegawai pencucian mobil ini mengaku melihat wanita yang turun dari mobil lewat CCTV.

"Lihat saya mah, cuma gak jelas. kurang tau di mobil ada berapa orang. Cuma sebentar sih," katanya

 

Berita lain terkait Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved