Kronologi Pemuda di Indramayu Nekat Akhiri Hidup dengan Gantung Diri Gara-gara Mata Minus
Berdasarkan informasi yang diterima Tribuncirebon.com, penemuan ini awalnya diketahui oleh nenek korban.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Seorang pemuda berinisial S (23) warga Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu ditemukan tewas dengan cara tidak wajar.
Pemuda tersebut ditemukan gantung diri di kamar rumahnya pada Sabtu (11/9/2021) sore.
Saat ditemukan, ia meninggal dunia dengan posisi duduk dan leher terlilit kain sprei yang diikatkan pada besi teralis jendela kamar.
Berdasarkan informasi yang diterima Tribuncirebon.com, penemuan ini awalnya diketahui oleh nenek korban.
Ia awalnya merasa curiga karena sejak pagi sampai sore hari cucunya itu tidak kunjung keluar dari kamar.
Baca juga: Gara-gara Mata Minus Pemuda di Indramayu Nekat Mengakhiri Hidup dengan Gantung Diri Pakai Sprei
Nenek korban lalu meminta bantuan kepada warga untuk memastikan kondisi korban. Mereka pun mencoba mengintip dari jendela kamar.
Hanya saja dari dalam kamar tidak terlihat apapun karena gelap.
Warga pun mencoba mendobrak pintu dan menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Diperoleh informasi, meninggalnya korban karena frustasi.
Ia memiliki kondisi mata minus sehingga gagal untuk berangkat bekerja ke luar negeri sebagai TKI.
Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Luthfi Olot Gigantara melalui Kapolsek Sindang, IPTU Saefullah membenarkan kejadian tersebut.
"Iya benar," ujar dia saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu (12/9/2021).
Ingin ke Liar Negeri jadi TKI Tapi Mata Minus
Seorang pemuda ditemukan meninggal dunia dengan cara tidak wajar di Kabupaten Indramayu.
Pemuda berinisial S (23) warga Kecamatan Sindang itu ditemukan tak bernyawa gantung diri di kamar rumahnya pada Sabtu (11/9/2021) sore.
Korban meninggal dunia dalam posisi duduk dengan leher terlilit kain sprei yang diikatkan pada besi teralis jendela kamar.
Berdasarkan informasi yang diterima Tribuncirebon.com, meninggalnya korban karena merasa frustasi.

Pasalnya, pemuda tersebut memiliki kekurangan mata minus sehingga tidak bisa berangkat bekerja ke luar negeri.
Saat dimintai keterangan oleh polisi, keluarga menyampaikan bahwa S sangat berkeinginan untuk bekerja sebagai TKI ke luar negeri.
Namun, keinginan tersebut terhalang dengan kondisi mata S yang minus.
Orang tua dari S, sebenarnya ingin merealisasikan pengobatan mata korban ke Bandung dengan operasi.
Hanya saja, mereka menunggu waktu yang tepat untuk berangkat.
S rupanya tidak sabar, ia justru nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tidak wajar.
Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Luthfi Olot Gigantara melalui Kapolsek Sindang, IPTU Saefullah membenarkan kejadian tersebut.
"Iya benar," ujar dia saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu (12/9/2021).
Baca juga: TRAGIS Pelakor Ditemukan Tak Bernyawa dalam Karung, Sang Selingkuhan Gantung Diri, Ini Kronologinya
Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.
Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.
Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri.
Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.
Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.
Berikut daftar layanan konseling yang bisa Anda kontak maupun untuk mendapatkan informasi seputar pencegahan bunuh diri:
Gerakan "Into The Light"
Facebook: IntoTheLightID
Twitter: @IntoTheLightID
Email: intothelight.email@gmail.com
Web: intothelightid.wordpress.com