Breaking News:

Waspada Gelombang Tinggi 6 Meter akan Terjadi hingga Pertengahan September di Perairan Selatan Jabar

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, ketinggian gelombang hari ini mencapai 6 meter di peraiaran selatan Jawa Barat

Editor: Mumu Mujahidin
TribunJabar.id/M Rizal Jalaludin
Gelombang tinggi menghantam pesisir pantai Istiqomah, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (12/8/2021).  

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Peristiwa gelombang tinggi kembali menerjang perairan selatan Jawa Barat (Jabar) termasuk Kabupaten Sukabumi, Sabtu (11/9/2021).

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, ketinggian gelombang hari ini mencapai 6 meter.

"Potensi ketinggian gelombang maksimum dapat mencapai 6,0 meter, yang berlaku mulai 11 September hingga 12 September 2021 pukul 07:00 WIB. Namun kondisi ril di lapangan ketinggian gelombang bisa berpotensi lebih tinggi dari prakiraan model dan pantauan data satelit," kata Teguh via pesan singkat.

Ia mengatakan, gelombang tinggi di perairan Selatan Jabar disebabkan oleh angin kencang hingga 29 knot (54 km/jam), yang merupakan pengaruh dari pertumbuhan TC Conson di wilayah Filipina dan Laos.

"Berdasarkan skala beaufort, angin sekencang itu dapat menyebabkan gelombang laut tinggi (gale). Angin kencang yang melanda wilayah perairan selatan Jawa Barat juga disebabkan oleh karena menguatnya kembali Monsoon Australia pada 3 hari terakhir," jelasnya.

Pihaknya mengimbau bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir selatan Jawa Barat untuk selalu waspada dan berhati-hati karena potensi gelombang tinggi masih mungkin terjadi hingga pertengahan Dasarian II September.

"Selain itu, perlu diwaspadai juga kejadian seperti abrasi dan kerusakan infrastruktur pantai lainnya yang disebabkan oleh gelombang tinggi dan angin kencang. Selalu memperhatikan imbauan dan informasi terkait bencana yang dikeluarkan oleh sumber-sumber yang valid dan dari otoritas yang berwenang, seperti BMKG, BPBD, Basarnas, dan otoritas berwenang lainnya," terangnya.*

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Hari Ini, BMKG: Angin Kencang Bakal Landa Ciayumajakuning

Berisiko Tinggi, BMKG Usulkan Desa Pangandaran Jadi Desa Siaga Tsunami ke UNESCO

Perkuat mitigasi di pesisir pantai selatan Jawa barat, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengusulkan Desa Pangandaran sebagai Desa siaga tsunami (Tsunami ready community) ke UNESCO.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved