Breaking News:

Songsong Pemulihan Ekonomi, Puslitbang Bimas Agama Kemenag Latih DKM & Ormas Budidaya Ikan Air Tawar

pelatihan budidaya ikan air tawar itu pun sebagai respons untuk menyongsong pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Sejumlah peserta saat mengikuti pelatihan pemberdayaan ekonomi umat budidaya ikan air tawar dan hidroponik yang digelar Puslitbang Bimas Agama Kemenag RI di Aston Hotel & Convention Center, Jalan Brigjend Dharsono, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (11/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pusat Penelitan dan Pengembangan (Puslitbang) Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kemenag RI melatih DKM dan ormas membudidayakan ikan air tawar serta hidroponik.

Kegiatan itu berlangsung di Aston Hotel & Convention Center, Jalan Brigjend Dharsono, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Sejumlah perwakilan pengurus DKM dan ormas dari wilayah Cirebon serta Indramayu tampak mengikuti kegiatan pemberdayaan ekonomi umat tersebut.

Kasubag TU Puslitbang Bimas Agama Kemenag RI, Rizki Riyadu Topeq, mengatakan, kegiatan itu bertujuan membangun pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid dan tokoh agama.

Baca juga: Wabup Kuningan Tebar 200 Kg Ikan Air Tawar di Situ Citamba Cigugur

Baca juga: Budidaya Lobster Air Tawar Menjanjikan, Enang Nurdin: ASN Biak Pun Belajar ke Kuningan Selama 2 Hari

Selain itu, menurut dia, pelatihan budidaya ikan air tawar itu pun sebagai respons untuk menyongsong pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

"Kami juga sengaja memilih dari lembaga yang mempunyai pemberdayaan ekonomi," kata Rizki Riyadu Topeq saat ditemui seusai kegiatan, Sabtu (11/9/2021).

Ia mengatakan, para peserta diberikan materi tentang pengembangan budidaya ikan air tawar dan hidroponik langsung dari ahlinya.

Mereka juga akan diajak praktik dan melihat langsung proses budidaya ikan air tawar serta hidroponik di tempat para pelaku usaha.

Bahkan, mereka tidak hanya mendapat pembekalan teori dan praktik, namun ada tindak lanjut atau evaluasi setelah mengikuti pelatihan selesai.

Topeq menyampaikan, pelatihan budidaya dipilih karena dinilai lebih mudah dan ringan dilakukan oleh lembaga yang mengirim perwakilannya sebagai peserta.

Pihaknya mengingatkan, pelatihan itu hanya sebagai stimulan untuk memicu semangat berwirausaha pengurus DKM dan ormas mengembangkan ekonomi keumatan.

Ia juga mengakui pelatihan kali ini merupakan pilot project dan rencananya bakal digelar kembali di DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

"Kami akan mengevaluasi tiga bulan ke depan untuk melihat output pelatihan ini progresnya seperti apa," ujar Rizki Riyadu Topeq.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved