Breaking News:

Tak Lama Lagi Bandara Kertajati Majalengka Kembali Menggeliat, Ini Profesi yang Akan Pakai Pesawat

dari hasil kajian internal yang dilakukan saat penerbangan masih normal, setidaknya ada 3 profesi yang membuat BIJB hidup.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Humas Bandara Kertajati
TNI AD dan US Army menggelar Latihan Bersama Garuda Shield 15/2021 pada 1-14 Agustus 2021. Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka pun diminta untuk mendukung kegiatan latihan tersebut. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA- Dimulainya aktivitas kampus secara terbatas seiring dengan adanya pelonggaran, membawa angin segar bagi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.

Menggeliat kembali mobilitas masyarakat di berbagai lembaga khususnya kampus, diharapkan bisa berdampak terhadap kembali hidupnya aktivitas penerbangan di Bandara itu.

Direktur Utama PT BIJB, Salahudin Rafi mengatakan, dari hasil kajian internal yang dilakukan saat penerbangan masih normal, setidaknya ada 3 profesi yang membuat BIJB hidup.

Namun, seiring adanya pandemi Covid-19, 3 profesi itu berhenti beraktivitas, yang berdampak terhadap sepinya pemesanan tiket penerbangan.

“Survei yang kami lakukan di BIJB, 650 penumpang itu, 46 persennya perjalanan dinas, yang kedua sekolah. Berikutnya baru bisnis. Nah kemarin perjalanan dinas dibatasi, karena dananya untuk membantu bansos dan alkes. Lalu kerjanya WFH,” ujar Rafi kepada Tribun, Jumat (10/9/2021).

Dengan adanya pelonggaran mobilitas masyarakat seiring dengan turunnya level PPKM di beberapa daerah, diharapkan bisa kembali memicu tumbuhnya minat masyarakat untuk melakukan penerbangan.

Lebih jauh, Raffi mengatakan, sektor pendidikan, bisa menjadi pendongkrak aktivitas di BIJB itu sendiri.

“Nah kalau ini udah dibuka lagi, paling gampang contohnya ya, kalau (Tol) Cisumdawu tersambung itu kan, ke Jatinangor (Sumedang), Cileunyi (Bandung) itu hanya 45 menit. Nah di Jatinangor itu (banyak) sekolah. (Ada)  ITB, UNPAD, IPDN, semua di situ."

“Setahun bisa empat sesi. Penerimaan (mahasiswa) dua kali, wisuda dua kali. Yang sekolah semua dari daerah. Sehingga mereka mendarat di Kertajati, menghadiri acara wisudanya, setelah itu, orang tanya bisa wisata,” ucapnya.

Disinggung terkait adanya maskapai yang masih beroperasi di BIJB, sambung dia, saat ini sejumlah maskapai masih memiliki izin penerbangan dengan tujuan beragam.

Sehingga, ketika ada permintaan, penerbangan bisa segera dilakukan.

“Kalau izin terbangnya mah masih. Jadi sama dengan bandara-bandara lain. Mereka izin rutenya masih ada dan masih membuka untuk tiket. Kaya di (bandara) Husein (Bandung) jatahnya 14 kali kan? Terbang cuma sekali. Di Soekarno Hatta yang 1200, sekarang baru 300. Memang bangkitannya belum normal."

“Kalau liat proyeksi yang diramalkan oleh organisasi internasional ya, International Air Transport Association, itu kebangkitan transportasi udara internasional tahun 2024. Tapi karena kita punya pasar domestik yang kuat, itu (bangkit) tahun 2023, dimulai dari 2022 ya,” jelas dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved