Breaking News:

Suparman Selamat dari Insiden Terbakar KM Hentri Padahal Tadinya Mau Ikut Menantu Cari Cumi-cumi

akan ikut berlayar ketika mengantar Ardian Rahman ke Pelabuhan Muara Angke, tiga hari sebelum keberangkatan berlayar

Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Api melalap sebanyak 12 unit perahu serta dua unit rumah di Desa Eretan Wetan dan Desa Eretan Kulon, Sabtu (22/6/2019) sekitar pukul 00.00 WIB. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah. 

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Suparman (46) Mertua  Ardian Rahman (30) wakil kapten kapal KM Hentri GT 195 sempat tergoda dan ikut berlayar mencari cumi, Jumat (10/9/2021).

Suparman yang tinggal di Kampung Leuwigoong RT 01/15 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat akan ikut berlayar ketika mengantar Ardian Rahman ke Pelabuhan Muara Angke, tiga hari sebelum keberangkatan berlayar ke perairan Merauke.

Suparman pernah diajak menantunya (Ardian) diajak masuk ke dalam KM Hentri GT 195 yang sedang sandar di Pelabuhan Muara Angke.

 “Kapalnya besar pak, saya tiga hari disana dan merasa betah. Saya lihat kapal sedang bongkar muat masukan persediaan makanan untuk selama 6 bulan berlayar,” ujarnya.

Kemudian, Suparman meminta izin kepada keluarganya. Namun dilarang ikut, karena istri dan anaknya Ardian tidak ada yang menjaganya. 

“Saya sudah minta izin kepada keluarga tapi Ardian tidak mengizinkannya,” ujar Suparman.

Saat mendengarkan kabar KM Hentri GT 195 terbakar sangat kaget karena keluarganya berada di kapal tersebut.

"Kaget dan cemas gimana nasib keluarga dan teman-teman menantu saya. Mudah-mudahan semuanya selamat," harapannya.

Orang tua Ardian Rahman, Asep Suprianto (50 tahun) dirinya sangat bersyukur saat mendapat kabar anaknya selamat dari pihak PT. Namun anaknya belum bisa dipulangkan karena akibat cuaca laut ektrim.

"Tadi pagi saya mendapatkan kabar Alhamdulillah benar anak saya bernama Ardian Rahman selamat. Namun masih berada di sana menunggu cuaca baik sehingga bisa pulang," ujarnya, saat dihubungi Tribunjabar.id.

Sementara itu, ada anaknya Asep yang 1 lagi belum ditemukan nasibnya yakni atas nama Korban Adam Fauzan yang merupakan bagian kepal kamar mesin kapal KM Hentri.

"Saya berharap anak saya Adam Fauzan, bisa ditemukan juga dalam kondisi selamat. Begitu juga semua warga Sukabumi yang ada di Kapal itu," harapannya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved