Breaking News:

Bengkel Pesawat di Bandara Kertajati Belum Terwujud, Ternyata Kendalanya Masalah Ini

dengan tersedianya fasilitas MRO akan membuat maskapai-maskapai besar nantinya merasa nyaman mendarat di Bandara Kertajati.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Kamis (13/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Rencana menjadikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka sebagai bengkel perawatan pesawat atau maintenance, repair and overhaul (MRO) saat ini masih menunggu proses tender.

Direktur Utama PT BIJB Kertajati Majalengka, Salahudin Rafi mengatakan, proses tender untuk MRO tersebut sempat batal gara-gara pandemi Covid-19.

Ia menargetkan proses tender bisa selesai di akhir bulan September ini.

"Sekarang sedang proses tender ulang kemarin sempat memang tapi batal. Kalau maintenance ringan sudah tapi untuk MRO masih tender. Targetnya bulan ini tender selesai," ujar Rafi, kepada Tribun, Jumat (10/9/2021).

Baca juga: Tak Lama Lagi Bandara Kertajati Majalengka Kembali Menggeliat, Ini Profesi yang Akan Pakai Pesawat

Baca juga: Pembangunan Jalan Tol Akses BIJB Kertajati Sudah Mencapai 95 Persen, Lebih Cepat dari Prediksi

Rafi menjelaskan, MRO sebenarnya sudah dimasukkan dalam masterplan Bandara Kertajati sejak awal.

Menurutnya, dengan tersedianya fasilitas MRO akan membuat maskapai-maskapai besar nantinya merasa nyaman mendarat di Bandara Kertajati.

"Kenapa kami melakukan itu karena di sini trafficnya masih kosong dan demand-nya ada 740 slot pesawat yang harus dimaintenance se-Asia dan kapasitasnya baru 340. Jadi kalau kita buka peluangnya banyak."

"Nah kalau Kertajati dilengkapi dengan MRO itu akan menjamin maskapai besar akan yakin mendarat di Kertajati karena kalau perlu perbaikan disini sudah siap," ucapnya.

Seperti diketahui, Bandara Kertajati ditunjuk langsung oleh Presiden Joko Widodo untuk digunakan juga sebagai fasilitas maintenance, repair and overhaul (MRO) pesawat milik pemerintah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved