Breaking News:

Persibmania

Status Luizinho Passos di Daftar Susunan Pemain Dipermasalahkan, Bos Persib Bandung Buka Suara

Ada hal yang mengganjal dalam daftar susunan pemain (DSP) pada pertandingan Persib Bandung melawan Barito Putera

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribunjabar.id/Ferdyan Adhy Nugraha
Teddy Tjahjono 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM BANDUNG  - Ada hal yang mengganjal dalam daftar susunan pemain (DSP) pada pertandingan Persib Bandung melawan Barito Putera di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Sabtu (4/9/2021

Luizinho Passos yang duduk di bench bukan ditulis sebagai pelatih kiper. Mantan pelatih kiper Borneo FC itu ditulis sebagai video teknikal analisis.

Direktur Persib Bandung , Teddy Tjahjono, langsung menjawab tudingan yang menyebutkan pihaknya melakukan akal-akalan agar Passos bisa tetap duduk di bench.

Baca juga: PERSIb Bandung Wajib Waspadai Eber Bessa Pemain Baru Bali United, Kenyang Main di Brasil & Portugal

"Kronologisnya, Passos sudah di Indonesia 5 tahun selama ini secara sertifikat kepelatihan selalu di aprove, selama ini tidak jadi masalah. Sekarang ada regulasi baru dari AFC yang menyatakan pelatih kiper harus level 1 dan diberi waktu mepet banget," ujar Teddy kepada awak media, dalam wawanncara virtual kemarin.

Teddy mengungkapkan, selama tahun 2020 tidak ada kursus kepelatihan sama sekali. Sehingga sulit bagi Passos untuk menaikan level lisensi kepelatihannya.

"Sekarang bagaiamana klub-klub di Indonesia yang sudah mengontrak pelatih tiba-tiba harus level 1 kurang dari 2 hari harus ganti pelatih, komunikasinya dari AFC seperti apa. Kenapa enggak tahun lalu untuk pelatih diberikan waktu untuk memenuhi kriteria itu," katanya.

Baca juga: Greg Nwokolo Dirumorkan Merapat ke Persib, Manajemen dan Pelatih Maung Bandung Kompak Bilang Begini

Menurut Teddy, ada yang melatarbelakangi hingga akhirnya Passos tidak bisa didaftarkan menjadi pelatih kiper di DSP. Sehingga klub dalam hal ini tidak bisa menjadi pihak yang disalahkan.

"Kemudian jadi agak sulit karena persyaratan muncul saat AFC licensing dilakukan. Sekarang sertifikasi itu harus diberikan instruktur dari AFC," ucapnya.

"Sekarang elama pendemi AFC tidak melakukan kursus instruktur tidak bisa datang. Gimana peserta dapat sertifikasi kalo kursus gak ada," katanya.

Manajemen Persib pun langsung mengambil langkah cepat dengan mengubah posisi Passos sebagai video analisis.

"Ada pak Gatot sebagai pelatih kiper, Passos sebagai analis, hanya namanya saja karena pak Gatot memenuhi kriteria untuk level 1, Passos juga mumpuni untuk menganalisis pertandingan makanya sebagai analisa teknis di DSP," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved