Breaking News:

Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Pelaku Pembunuh Ibu dan Anak di Subang Belum Terungkap, Ratusan Warga Doakan Tuti dan Amalia

Pada gelaran doa tersebut Yoris menjadi salah satu sosok yang terlihat begitu sedih disaat doa dipanjatkan oleh seluruh warga.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunjabar.id/Dwiky Maulana Vellayati
Yoris menggelar pengajian akbar untuk mendokan ibu dan adiknya di Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (9/9/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati.

TRIBUNCIREBON.COM, SUBANG - Kasus pembunuhan Tuti dan Amalia belum juga terungkap hingga hari ke 23, keluarga gelar pengajian akbar.

Yoris (34) anak tertua dari Tuti Suhartini (55) serta kakak dari Amalia Mustika Ratu (23) tidak bisa menahan tangis saat masyarakat dari Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat menggelar doa bersama untuk ibu serta adiknya itu.

Pengajian akbar yang dilakukan masyarakat digelar di sekitaran lokasi kejadian itu menjadi salah satu momen yang begitu haru pada kasus kematian ibu dan anak.

Pasalnya, ratusan masyarakat turut mendoakan kepada kedua Almarhumah.

Yoris menggelar pengajian akbar untuk mendokan ibu dan adiknya di Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (9/9/2021).
Yoris menggelar pengajian akbar untuk mendokan ibu dan adiknya di Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (9/9/2021). (Tribunjabar.id/Dwiky Maulana Vellayati)

Pada gelaran doa tersebut Yoris menjadi salah satu sosok yang terlihat begitu sedih disaat doa dipanjatkan oleh seluruh warga.

Yoris mengatakan, kesedihan yang dia alami saat ini sangat terasa begitu berbeda karena melihat respon masyarakat yang begitu turut prihatin atas kematian dari ibu serta adiknya tersebut.

"Saya beriterima kasih kepada seluruh masyarakat yang turut mendoakan ibu sama adik saya, kesedihan saya ternyata dirasakan juga oleh mereka," ucap Yoris saat selesai menggelar doa bersama, Kamis (9/9/2021).

Sementara itu, Yoris menuntut apabila pelakunya sudah tertangkap oleh pihak kepolisian untuk dihukum seadil-adilnya.

"Nyawa dibayar dengan nyawa, hukumannya harus dihukum setimpal, kalo bisa dihukum mati," teriak Yoris.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved