Breaking News:

Buah Sirih Hutan Ternyata Efektif Lawan Hama WBC, Kementan Apresiasi Petani di Indramayu

petani Desa Kedokanbunder Wetan, Kecamatan Kedokanbunder itu berhasil membuat inovasi terbaru dalam memerangi hama Wereng Batang Cokelat

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
Foto istimewa/Kecamatan Kedokanbunder
Petani saat panen raya di Desa Kedokanbunder Wetan, Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kelompok Tani Sri Trusmi Satu di Kabupaten Indramayu mendapat apresiasi langsung dari Kementerian Pertanian.

Pasalnya, para petani Desa Kedokanbunder Wetan, Kecamatan Kedokanbunder itu berhasil membuat inovasi terbaru dalam memerangi hama Wereng Batang Cokelat (WBC).

Yakni dengan memanfaatkan Buah Sirih Hutan (Piper aduncum L). Inovasi ini pun ramah lingkungan karena bukan merupakan bahan kimia.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian RI, Takdir Mulyadi mengatakan, inovasi-inovasi para petani ini harus didukung, terutama dalam meningkatkan produktivitas padi.

"Kelompok Tani Sri Trusmi Satu ini konsisten dalam melakukan inovasi agen hayati dan sudah dirasakan manfaatnya saat ini," ujar dia, Kamis (9/9/2021).

Baca juga: Anomali Cuaca Bikin Panen Raya Garam di Indramayu Mundur, Begini Rekasi Petani

Baca juga: Petani Indramayu Pamerkan Hasil Panen Raya Saat Dikunjungi Jokowi, Minta Bantuan Langsung Disetujui

Sementara itu, Kelompok Tani Sri Trusmi Satu, Waklan mengatakan, inovasi Buah Sirih Hutan ini berawal atas inisiatif para petani dalam menekan hama wareng batang coklat.

Hanya saja, para petani ingin dalam upaya pengendalian hama itu tidak menggunakan bahan pestisida, melainkan menggunakan agen hayati yang lebih ramah lingkungan.

Hasilnya, dengan menggunakan Buah Sirih Hutan itu hama di lahan pertanian mereka bisa dikendalikan sampai 70 persen.

Saat ini sudah jarang ditemukan adanya tanaman padi yang rusak akibat serangan hama, sehingga produktivitas padi bisa lebih meningkat.

"Alhamdulilah Buah Sirih Hutan cukup efektif dalam penanganan wereng ini. Dampaknya padi semakin meningkat karena gangguan wereng dapat diminimalisir," ujar dia.

Baca juga: 37 Ribu Ton Beras Masih Tersimpan di Gudang Bulog Indramayu Jelang Panen Raya, Ini Penyebabnya

Baca juga: Petani Indramayu Menjerit, Belum Masuk Panen Raya Harga Gabah Anjlok Sampai Rp 3.300 per Kilogram

Camat Kedokanbunder, Andri M Shaleh menambahkan, pihaknya sangat bangga karena kelompok tani tersebut pernah menjadi yang terbaik pada tingkat nasional. 

Selain itu, kelompok tani tersebut juga telah mempunyai laboratorium yang sangat modern yang merupakan bantuan dari Pertamina. 

"Kita bersyukur punya kelompok tani yang mengembangkan inovasi untuk menekan laju organisme penganggu tanaman dengan berbahan dasar hayati. Apalagi ini menjadi percontohan nasional," ujarnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved