Breaking News:

19 Warga Sukabumi Jadi Korban Kebakaran KM Hentri di Perairan Maluku, Dua ABK Meninggal Dunia

belasan warga Sukabumi yang bekerja sebagai  anak buah kapal (ABK) terdiri dari warga Cibadak, Caringin dan Jampangtengah.

Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
ILUSTRASI - Sebuah perahu penangkut ikan milik Arifudin terbakar di Blok Bondol Desa Brondong, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Minggu (10/9/2019) dini hari. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah.

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Belasan warga berasal dari Kabupaten Sukabumi Jawa Barat dikabarkan menjadi korban terbakarnya kapal KM Henrti di sekitar Pulau Molu Tanimbar dan Pulau Tanimbar, Maluku Tenggara, Rabu kemarin, (8/9/2021).

Sekretaris Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Anita mengatakan, belasan warga Sukabumi yang bekerja sebagai  anak buah kapal (ABK) terdiri dari warga Cibadak, Caringin dan Jampangtengah.

"Ada 19 warga Kabupaten Sukabumi yang menjadi ABK, berdasarkan data sementara mereka 13 orang dari Cibadak, 5 orang dari Jampangtengah dan 1 orang Caringin," ucapnya saat dihubungi Tribunjabar.id, Kamis siang (9/9/2021).

Atas peristiwa tersebut, adanya warga Kabupaten Sukabumi, pihaknya telah menyampaikan kepada Bupati Sukabumi. 

"Saat ini tengah ditelusuri oleh aparat kewilayahan setempat. Belum diketahui nasibnya," singkat Anita.

Baca juga: Sebuah Rumah Mewah di Cipanas Digerebek BP2MI, Ditemukan Anak Buah Kapal Dalam Kondisi Kelaparan

Baca juga: Daftar Nama ABK Kapal Bintang Jaya Mandiri Terbakar, Dikabarkan Semua Selamat

Sebagaimana diberitakan, sebuah kapal motor nelayan, KM Hentri terbakar saat sedang melakukan aktivitas penangkapan cumi-cumi di perairan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku

Kapal yang mengangkut 32 Anak Buah Kapal (ABK) itu terbakar di antara perairan Pulau Molu Kepulauan Tanimbar dan perairan Maluku Tenggara. Akibat peristiwa tersebut, dua ABK menghilang dan puluhan lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

Kepala Basarnas Ambon, Mustari menjelaskan, kapal tersebut awalnya bertolak dari Pelabuhan Muara Angke Jakarta pada 15 Agustus 2021 dan hendak menuju Papua.

Namun, saat melintas di perairan Kepulauan Tanimbar, kapal tersebut diterjang gelombang tinggi hingga terjadi guncangan hebat yang mengakibatkan kapal terbakar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved