Breaking News:

Virus Mu Gegerkan Dunia sebagai Varian Baru, Satgas Covid-19 Kuningan: Warga Tetap Jalankan Prokes

Denny menyebut reaksi Covid-19 dengan varian baru ini (Mu) dinilai sangat berbahaya dan bisa mengancam terhadap kesehatan lingkungan masyarakat.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
IRNA
Ilustrasi: Virus Mu Gegerkan Dunia sebagai Varian Baru, Satgas Covid-19 Kuningan: Warga Tetap Jalankan Prokes 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Meski Kuningan masuk zona Kuning dalam penanganan kasus Covid19 dan berstatus PPKM level 2. Hal itu bukan jaminan untuk berhentinya sebaran Covid19 di daereh.

"Apalagi belum lama ini muncul Covid-19 dengan varian baru. Iya, untuk varian virus setelah Alpa, Delta dan sekarang ada varian Mu," kata Kepala Bidang P2P Dinkes Kuningan, H Denny Mustafa saat menyampaikan keterangannya kepada Tribuncirebon.com, Rabu (8/9/2021).

Denny menyebut reaksi Covid-19 dengan varian baru ini dinilai sangat berbahaya dan bisa mengancam terhadap kesehatan lingkungan masyarakat.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Mu Disebut Berpotensi Kebal Terhadap Vaksin, Simak Begini Ciri-cirinya

Pasalnya, varian baru ini mendapatkan kekebalan lingkungan masyarakat dalam beberapa waktu sebelumnya.

"Tahapan virus muncul hingga sekarang ada varian virus Mu, ini akibat kekebalan terjadi pada lingkungan masyarakat.

Selain itu, virus varian sebelumnya tak sanggup menyerang sehingga terjadi reaksi dari pada virus itu sendiri untuk menyerang dan tumbuh pada mahluk hidup," katanya.

Muncul varian virus Mu, kata Denny berharap warga selalu melakukan pencegahan dan menjalankan pola hidup sehat.

"Ini bisa dilakukan dengan menjalankan prokes. Sebab biasanya, menggunakan dobel masker saja itu virus masih bisa menyerang hingga terjadi reaksi dalam tubuh," katanya.

Menyinggung soal jumlah vaksinasi yang terealisasi, Denny mengklaim hingga sekarang total suntikan dalam vaksinasi sebanyak 435.060 atau sekitar 23, 57 persen.

"Total suntikan dalam vaksinasi 4350.660 atau 23,57 persen. Itu dari pelaksanaan sumber daya manusia kesehatan dengan beserta sasaran, petugas publik, lansia, masyarakat umum dan pelajar hingga pelaksanaan vaksinasi gotong royong," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved