Breaking News:

Pembunuhan Sekuriti

Siram Air Bakso Pada Pelaku, Sekuriti Pabrik Nabati Sumedang Dibunuh Temannya, Ini Kronologinya

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan, tiga hari sebelum kejadian pembunuhan sekuriti, pelaku dan korban sempat pesta miras

Editor: Mumu Mujahidin
tribunjabar.id/Kiki Andriana
Polisi menggelar konferensi pers kasus perampasan nyawa satpam pabrik wafer di Cimanggung, Sumedang di Aula Tribrata Polres Sumedang, Rabu (8/9/2021) / 

"Saya sedang melayani pembeli, pelaku melintas sambil menarik tuas gas dengan kencang, lalu masuk ke pabrik, dan di lokasi kejadian pelaku dicegat oleh korban, lalu mereka berdua cekcok mulut, dan setelah itu berduel," ucapnya.

Ahmad mengatakan, saat berduel, korban terlihat menggunakan  pentungan, dan pelaku menggunakan senjata tajam seperti keris.

"Setelah berkelahi, pelaku lari menggunakan sepeda motor bersama temanya menuju ke arah Cicalengka dan korban dilarikan ke RSUD Cicalengka oleh sekuriti yang tengah bertugas," ujarnya.

Baca juga: Penemuan Mayat Tinggal Tengkorak Gegerkan Warga Kuningan, Diduga Sempat Dimangsa Binatang Buas

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan, tiga hari sebelum kejadian pembunuhan, pelaku berinsial Y bersama korban bernama Asep Rizal (43) sempat mengelar pesta minuman keras bersama teman-temannya.

"Saat pesta miras, korban dan pelaku terjadi perselisihan, dan korban disiram air bakso oleh pelaku, dan akhirnya korban dan pelaku adu mulut, namun berhasil dilerai oleh temannya," kata Eko Prasetyo kepada Tribun Jabar.id saat konferensi pers di Aula Tribrata Polres Sumedang, Rabu (8/9/2021). 

Kemudian, kata Kapolres, pada Selasa (7/9/2021), korban menghubungi pelaku untuk datang ke tempat korban bekerja, yakni di PT Sari Kaldu Nabati, Cimanggung.

"Di lokasi kejadian terjadilah perkelahian, korban menggunakan pentungan standar satpam, dan pelaku menggunakan senjata tajam jenis keris, dan saat ada kesempatan, pelaku menusukan keris tersebut ke perut korban, hingga akhirnya korban meninggal dunia di RSUD Cicalengka," ucapnya.

Kapolres menuturkan, setelah dilakukan tes urine terhadap pelaku, pelaku positif mengonsumsi psikotropika.

"Hasil tes urinennya, pelaku positif methamphetamine. Pelaku dijerat pasal 338 KUH Pidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun, dan Pasal 351 ayat (3) KUH Pidana dengan pidana penjara paling lama 7  tahun," kata Kapolres. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved