Breaking News:

Volume Kendaraan di Tol Cipali Menurun Drastis Disebut Akibat Kebijakan Penerapan PPKM

penerapan PPKM volume kendaraan yang melintas di Tol yang menghubungkan Cikopo (Purwakarta) ke Palimanan (Cirebon) menurun drastis.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Pantauan di Ruas Tol Cipali KM 175 Sumberjaya Majalengka, Kamis (13/5/2021) pagi. 

Hal itu seiring dengan sejumlah daerah yang tidak lagi menerapkan PPKM Level 4.

Baca juga: Polres Majalengka Cek Kendaraan Dinas Persiapan Patroli Woro-woro Sosialisasikan Prokes

“Hanya kemarin, di awal-awal weekend Minggu lalu, kita meningkat sampai 10 persen (dibanding saat banyak daerah PPKM Level 4). Kemungkinan ada satu euforia penduduk Jakarta, yang tadinya dua bulan nggak boleh kemana-mana, (lalu) mereka mungkin ada yang (menyempatkan) sekadar  mengunjungi keluarga. Hanya di minggu weekend kemarin saja,” jelas dia.

Sementara, pantauan di lapangan pada Selasa (7/9/2021), arus lalu lintas di Tol itu ramai lancar.

Para pengendara tampak masih bisa memacu kendaraannya sampai batas maksimal yang diperbolehkan.

Dalam memperingati Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada 4 September 2021 lalu, pihak Astra Cipali juga telah menyapa pengguna jalan di Gerbang Tol Subang dengan memberikan souvernir kepada pengguna jalan sebagai bentuk apresiasi.

Selain itu, sebagai wujud peduli pada sesama, juga digelar donor darah bagi pengguna jalan yang sedang beristirahat di Rest Area Titirah Kahitupan KM 130 arah Cirebon.

Baca juga: Kebakaran Terjadi di Tol Cipali KM 122, Truk Fuso Ekspedisi Terbakar Hebat, Puluhan Motor Hangus

Tol Cipali-Dawuan Bersambung

Pembangunan jalan tol akses BIJB Kertajati yang menghubungkan langsung Tol Cipali menuju bandara kini mencapai 95 persen.
Jika sesuai rencana, selesainya pembangunan akses bandara tersebut diprediksi pada akhir bulan September 2021 mendatang.
Prediksi itu lebih cepat dari prediksi awal yang mana selesai akhir tahun ini.
Direktur Operasi Astra Tol Cipali, Agung Prasetyo mengatakan, pembangunan jalan tol akses bandara akan semakin mempermudah konektivitas dan logistik.
Khususnya, dalam menunjang proyek segitiga rebana yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 
“Saat ini progres pembangunan akses BIJB Kertajati sudah mencapai lebih dari 95 persen. Diharapkan penyelesaian pekerjaan pembangunan Jalan Tol Akses BIJB Kertajati dapat selesai di akhir September yang kemudian dilakukan proses uji layak operasi oleh Kementerian PUPR dalam hal ini Bina Marga dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) beserta instansi terkait."
"Diharapkan jalan tol akses dapat dioperasikan pada awal bulan November 2021. Tentunya hal ini merupakan salah satu peningkatan layanan konektivitas yang kami lakukan kepada pengguna jalan,” ujar Direktur Operasi Astra Tol Cipali, Agung Prasetyo, Senin (30/8/2021).
Agung menjelaskan, bahwa pembangunan akses BIJB saat ini sudah merampungkan pekerjaan rigid pavement phase 1.
Sementara, untuk phase 2 segera diselesaikan dalam minggu ini.
Selanjutnya, sambung dia, pekerjaan fokus pada pemasangan fasilitas jalan seperti rambu, lampu penerangan jalan dan juga area simpang susun jalan tol akses yang mengusung icon dengan kearifan lokal daerah Jawa Barat. 
“Pekerjaan pada rigid pavement pada phase 1 sudah rampung sejak minggu lalu, diharapkan di akhir agustus ini phase 2 segera dirampungkan dan dilanjutkan dengan pekerjaan pemasangan marka jalan, rambu-rambu dan lampu penerangan jalan,” ucapnya.
Melalui peningkatan layanan konstruksi yang dilakukan di wilayah Kertajati, Astra Tol Cipali berharap tidak hanya memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna jalan.
Namun, juga dapat menjadi penghubung dan membuka potensi ekonomi di wilayah Kertajati.
"Diharapkan dengan keberadaan Astra Tol Cipali di 5 wilayah ini menjadi salah satu bukti nyata dalam penerapan Catur Dharma ASTRA yang tidak hanya memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna jalan namun juga menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, yakni sebagai konektivitas pertumbuhan ekonomi jalur trans Jawa, khususnya bagi 5 (lima) wilayah Kabupaten yang dilalui Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka dan Cirebon," jelas dia.
Bupati Majalengka, Karna Sobahi berharap dibangunnya akses Tol Cipali menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) kembali menghidupkan euforia bandara.
Sebab, selama masa pandemi Covid-19, Bandara kebanggaan masyarakat Jawa Barat khususnya Majalengka ini berhenti beroperasi.
Kini, bandara dijadikan maintenance, repair and overhaul (MRO) pesawat milik pemerintah.
Baik pesawat dari TNI-Polri dan BNPB bisa melakukan perawatan di Bandara Kertajati.
Sebelumnya, pesawat BNPB memarkirkan pesawatnya di Sabang, Malaysia.
"Keberadaan jalan tol akses ini harapan kita bisa meramaikan bandara, karena dari awal ketika pemerintah ingin membangun BIJB yang diperhatikan itu akses untuk pemberdayaan ekonomi rakyat," ujar Karna saat meninjau pembangunan akses Tol Bandara Kertajati, Kamis (2/9/2021).
Bupati sempat tak menyangka, bahwa pembangunan akses bandara sendiri sudah memasuki tahap akhir.
Padahal sebelumnya, ia pesimis pembangunan bisa selesai pada tahun ini.
"Jalan ini sudah hampir selesai dan saya tahu sendiri dari awal begitu luar biasa dinamikanya. Proses perizinan, pembebasan lahan, saya tahu banyak hambatan yang terkesan sengaja dihambat agar tidak jadi tol ini," ucapnya.
Karna meyakini akses tol ini memudahkan masyarakat untuk menjangkau bandara.
Menurut pihak Astra Tol Cipali sendiri, hanya memakan waktu 5 menit antara Tol Cipali hingga ke Bandara.
"Sekarang sudah hampir jadi saya sangat bersyukur dengan pengerjaan yang berkualitas ini akses tol ini akan memudahkan rakyat untuk menjangkau BIJB. Hanya 5 menit dari Cipali ke BIJB ini akan lebih efisien," jelas dia.
Sementara, Presiden Direktur Astra Tol Cipali, Firdaus Azis mengatakan, progres pembangunan sudah mencapai 96 persen.
Ia memastikan, akhir bulan September atau paling telatnya Oktober, akses menuju bandara bisa segera beroperasi.
"Mungkin bagaimana bisa dilihat progresnya hampir 96 persen dan berharap akhir September ini sudah komplit semua, dan harapan kami bulan Oktober paling lambat akhir ya kita bisa operasikan tol ini. Jadi saat ini kita sudah proses untuk persyaratan dari wilayah operasi dan sebagainya mulai berjalan," katanya.
Firdaus menjelaskan, dalam proses tahap akhir ini, pihaknya sedang melakukan pembangunan Median jalan.
Kemudian, ada juga pembatas jalan, rambu-rambu dan ikon utama di change.
"Kita ada median jalan, kemudian pembatas jalan, kemudian rambu-rambu dan juga ikon yang utama di change. Jadi ikon ini adalah ciri khas dari provinsi Jawa barat kita ada terasering dan ada angklung. Nanti itu jadi simbol yang ditempatkan di interchange Kertajati," ujarnya.
 
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved