Breaking News:

Terungkap Penderitaan Korban Pelecehan Saipul Jamil: Tak Dapat Kompensasi, Pindah Rumah Karena Malu

Pengacara korban Saipul Jamil, Osner Johnson Sianipar mengungkapkan bahwa kliennya tak mendapat kompensasi apapun sejak putusan kasus lima tahun lalu.

(Warta Kota/Arie Puji Waluyo)
Pedangdut Saipul Jamil akhirnya menghirup udara segar setelah lima tahun mendekam didalam penjara, atas kasus asusila dan suap panitera dan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.Ekspresi Kebahagiaan Saipul Jamil Saat Keluar dari Penjara, Nyanyi Lagu Iwa K, Lepas Bebas 

Karena itu, Arist juga meminta pengelola televisi dan media mainstream agar tidak hanya memikirkan rating saja, tapi juga harus mengedukasi masyarakat.

“Saya ingin menyampaikan dengan tegas boikot Saipul Jamil dari seluruh tayangan televisi,” ujar Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, di kantor Komnas Anak, Senin (5/9/2021).

Arist mengatakan, menayangkan Saipul Jamil suatu tindakan yang tidak mendidik dan bisa merusak gerakan perlindungan anak.

Pasalnya, Saipul Jamil adalah mantan narapidana kasus asusila (pencabulan anak di bawah umur) dan penyuapan.

“Tidak mendidik bahkan itu merusak gerakan perlindungan anak, boikot. Saya minta stasiun televisi atau production house (PH) jangan memberikan kesempatan untuk melakukan (menayangkan Saipul Jamil) itu,” kata Arist Merdeka Sirait.

Arist miris melihat stasiun televisi yang sudah menayangkan penyambutan Saipul Jamil usai bebas dari penjara.

Apalagi siaran tentang Saipul Jamil malah jadi tontonan yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia.

“Karena peristiwa atau kejadian atau apa yang dia lakukan kekerasan seksual itu merupakan tindak pidana khusus yang tidak boleh diekspos,” kata Arist.

Oleh karena itu, Arist meminta agar televisi maupun media mainstream lainnya tak hanya mencari keuntungan rating, melainkan harus memberikan edukatif.

“Boikot, saya minta masyarakat semua tayangan-tayangan Saipul Jamil yang dimuat atau disiarkan beberapa media termasuk televisi dan media online seterusnya,” ucap Arist.

Terakhir, ia juga mengimbau masyarakat untuk mematikan televisi jika melihat Saipul Jamil muncul dalam sebuah program.

“Meminta masyarakat untuk menyetop, mematikan televisi apa pun ketika Saipul Jamil dalam program itu. Karena apa, karena menjadi sia-sia perjuangan Komnas PA dan pegiat-pegiat perlindungan anak (jika siaran televisi Saipul Jamil) masih ditonton,” tutur Aris.

Seperti diketahui, Saipul Jamil tersandung kasus pencabulan dan ditetapkan sebagai tersangka pada 18 Februari 2016. Ia divonis tiga tahun penjara pada Juli 2017.

Saipul sempat mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA). Namun, MA menolak PK Saipul Jamil dan tetap pada putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta.

Tidak hanya itu, Saipul juga terjerat kasus penyuapan. Hukuman penjara Saipul Jamil bertambah tiga tahun karena terbukti menyuap panitera Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Rohadi, dengan uang sebesar Rp 50 juta

Berita tentang Saipul Jamil


Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved