Breaking News:

Siswi 14 Tahun di Kuningan Berkali-kali Dirudapaksa, Terungkap Saat Sang Ibu Lihat Tanda Aneh Ini

YP melakukan pelaporan terhadap petugas polisi, menyebut bahwa anaknya merupakan korban itu dirudapkasa sebanyak 4 kali dalam waktu sehari semalam.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Dok Tribun Manado
Ilustrasi pelecehan seksual terhadap anak di cianjur. 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN -
 Polres Kuningan berhasil melakukan penangkapan serta pengungkapan kasus tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur. 
“Iya untuk kasus rudapaksan anak di bawah umur berhasil di tangkap dan terungkap oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Kuningan,” ujar Kapolres Kuningan AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya melalui Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Danu Raditya Atmaja saat menyampaikan keterangannya keada wartawan, Selasa (7/9/2021).
Latar belakang penangkapan kasus perudapaksa, kata Danu menyebut bermula atas laporan warga Desa Tundangan, Kecamatan Hantara.
"YP (36) yang diketahui bekerja sebagai ibu rumah tangga itu melapor ke petugas kepolisian. 
Dalam laporan itu telah terjadi rudapaksa terhadap anak di bawah umur alias bunga yang masih duduk sebagai pelajar ini jelas korban tersangka,” katanya.
YP melakukan pelaporan terhadap petugas polisi, menyebut bahwa anaknya merupakan korban itu dirudapkasa sebanyak 4 kali dalam waktu sehari semalam.
Kemudian, awal diketahuinya itu muncul tanda tidak wajar di leher korban sehingga YP menanyakan hal tersebut.
“Dari kecurigaan tadi, akhirnya YP melakukan pelaporan karana bunga telah dilakukan rudapaksa oleh tersangka tersebut,”katanya.
Dalam laporan itu disertakan sejumlah saksi yang melibatkan orang tua korban.
Sehingga tersangka, atas nama Uju Tasju (34) warga Dusun Parenca Rt 017 Rw 002 Desa Gewok Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan berhasil diamankan polisi.
“Untuk tersangka berhasil kita tangkap dan kini tengah dimintai keterangan lebih lanjut. Kemudian untuk lokasi dalam perbuatan tidak baik itu dilakukan di dalam kamar rumah di Desa Tajurbuntu, Kecamatan Pancalang. 
Adapun peristiwa yang merugikan anak di bawah umur itu terjadi pada hari Selasa tanggal 17 Agustus sekira jam 23.00 Wib.
“Modus yang dilakukan pelaku itu mengancam akan menyebarluaskan foto bugil anak tersebut. Sehingga korban yang kena ancaman itu sampai akhirnya korban mau untuk disetubuhi oleh pelaku,” katanya. 
Atas tindakan yang dilakukan tersangka ini dikenakan pelanggaran UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU Jo Pasal 76D UU RI No 35 tahun 2014 perubahan atas  UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. 
“Selain pasal pelangaran yang dikenakan tadi, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda Blade Nopol F-3085-OD,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved