Breaking News:

Puluhan Pondok Pesantren di Majalengka Ikuti Program One Pesantren One Product

59 produk pesantren di Majalengka lolos dalam One Pesantren One Product dan mendapat bantuan dari gubernur

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Sebanyak 59 Pondok Pesantren (Ponpes) yang lolos mengikuti program One Pesantren One Product (OPOP) mendapatkan hadiah dan pembekalan oleh bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd di pendopo Majalengka, Selasa (7/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Sebanyak 59 Pondok Pesantren (Ponpes) yang lolos mengikuti program One Pesantren One Product (OPOP) mendapatkan hadiah dan pembekalan oleh Bupati Majalengka Karna Sobahi di pendopo Majalengka, Selasa (7/9/2021).

Bupati mengatakan, program OPOP diharapkan tidak hanya sifatnya memberikan bantuan supaya pesantren menghasilkan sesuatu produk yang memiliki nilai keuntungan bagi semuanya. 

"Utamanya bagaimana berdaya dan memberdayakan potensi beserta keahlian. Ketika kelompok UMKM menjerit karena produk tidak laku akibat tidak ada yang membeli maka harus diarahkan untuk memahami market place kedepannya," ujar Karna.

Sebanyak 59 Pondok Pesantren (Ponpes) yang lolos mengikuti program One Pesantren One Product (OPOP) mendapatkan hadiah dan pembekalan oleh bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd di pendopo Majalengka, Selasa (7/9/2021).
Sebanyak 59 Pondok Pesantren (Ponpes) yang lolos mengikuti program One Pesantren One Product (OPOP) mendapatkan hadiah dan pembekalan oleh bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd di pendopo Majalengka, Selasa (7/9/2021). (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Bupati berharap, jangan sampai bantuan ini mubazir.

Sehingga, para pendamping harus betul-betul menggandeng bagaimana agar produk-produk pesantren ini dapat laku secara berkelanjutan.

Kepala daerah hanya memonitor dan membantu serta memfasilitasi. Pesantren itu harus berdaya.

Ada beberapa jenis produk-produk yang perlu harus terus dikembangkan.

Baca juga: PPKM Level 2, Kecamatan Kadipaten Jadi Daerah Kasus Pasien Aktif Covid-19 Tertinggi di Majalengka

"Harapannya tidak terjadi mis produk. Karena tidak dipasarkan itu. Buatlah produk yang bisa menarik agar pesantren berdaya maksimal. Sebagai mana kekuatan kultur dari pesantren itu sendiri," ucapnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (K2UKM), Sadili mengatakan, pihaknya siap memberikan bimbingan teknis, memberikan arahan sehingga produk bisa dikemas secara baik. 

"Seperti tadi disampaikan Pak Bupati bagaimana teknik olahan makanan dan produk lainnya itu bisa dipasarkan dengan baik. Pesantren itu lebih dinamis dan inovatif guna memecahkan persoalan-persoalan karena diberdayakan," jelas Sadili.

Dengan lolosnya 59 pondok pesantren ini, melalui bantuan hadiah modal yang diberikan oleh gubernur sebesar Rp 25 juta untuk start up (pemula) dan Rp 35 juta untuk scale up pengembangan.

Baca juga: Sekuriti Pabrik Nabati Meninggal Usai Berduel di Gerbang Pabrik Sore Tadi, Pelaku Bawa Sajam Keris

Tentunya ini akan mendorong peningkatan ekonomi pondok pesantren di Kabupaten Majalengka sebesar hampir satu setengah miliar rupiah.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved