Breaking News:

Polisi Bongkar Prostitusi Online di Apartemen Kota Bandung, Ditawarkan Via MiChat Mulai Rp 250 Ribu

unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) mengamankan enam perempuan. Keenamnya dijadikan sebagai saksi untuk kasus tersebut.

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Nazmi Abdurahman
Satreskrim Polrestabes Bandung berhasil mengungkap prostitusi online yang dilakukan di sebuah apartemen, di Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Satreskrim Polrestabes Bandung berhasil mengungkap prostitusi online yang dilakukan di sebuah apartemen, di Kota Bandung.

Dalam pengungkapan itu, unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) mengamankan enam perempuan. Keenamnya dijadikan sebagai saksi untuk kasus tersebut.

Kapolrestabes Bandung Kombes Aswin Sipayung mengatakan, pihaknya juga turut mengamankan FM (20) sebagai tersangka. FM diduga menjadi orang yang menawarkan perempuan itu kepada pria hidung belang.

"Satreskrim Polrestabes Bandung telah mengungkap satu kasus perkara dugaan prostitusi online dengan tersangka satu orang inisial FM usia 20 tahun TKP di Suites Metro Jalan Soekarno Hatta," ujar Aswin Sipayung, saat gelar perkara di Mapolrestabes Bandung, Selasa (7/9/2021).

Baca juga: Ibu Lapor Kehilangan Anak Gadis di Tasikmalaya, Bisnis Dagang Anak Jadi Budak Prostitusi Terbongkar

Baca juga: Ibu Lapor Kehilangan Anak Gadis di Tasikmalaya, Bisnis Dagang Anak Jadi Budak Prostitusi Terbongkar

Menurut Aswin, pengungkapan itu bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya praktik prostitusi online di kawasan apartemennya.

Polisi, kata dia, kemudian melakukan proses penyelidikan dan mendapati adanya praktik prostitusi di sana.

"Ada enam wanita yang Satreskrim amankan sebagai saksi dalam rangka pembuktian perkara ini," katanya.

Dalam praktiknya, kata Aswin, FM menawarkan jasa para perempuan itu melalui aplikasi Michat. Setiap wanita, kata dia, dikenakan tarif mulai dari Rp 250 ribu.

"Modusnya mereka masuk ke aplikasi Michat beberapa wanita ini bagian dari grup Michat-nya," ucapnya.

Kepada Polisi, FM mengaku sudah menjalankan bisnis haram tersebut selama satu tahun. Dari satu tamu pria hidung belang, FM mengaku mendapat jatah Rp. 50 ribu

"Dapat dari satu tamu kadang saya mah seikhlasnya kadang dikasih Rp 50 ribu, kadang dikasih rokoknya aja. Ditawarin di Michat saya yang megang akunnya," katanya.

Akibat perbuatannya, FM disangkakan Pasal 2, Pasal 11, dan Pasal 12 UURI Nomor 21 Tahun 2017 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan diancam pidana kurungan maksimal 15 tahun.

Kasus Serupa di Majalengka

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved