Breaking News:

Ini Jawaban Ketua DPRD Kuningan Soal Video Cekcok & Chat Batalnya Jokowi ke Ponpes Husnul Khotimah

DPRD Kuningan Nuzul Rachdy menjawab polemik video cekcok dan menyebarnya tangkapan layar soal kegagalan kunjungan Presiden RI Jokowi ke Ponpes

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy menjawab polemik video cekcok dan menyebarnya tangkapan layar soal kegagalan kunjungan Presiden RI Jokowi ke Pondok Pesantren Husnul Khotimah 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy menjawab polemik video cekcok dan menyebarnya tangkapan layar soal kegagalan kunjungan Presiden RI Jokowi ke Pondok Pesantren Husnul Khotimah di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, pada beberapa waktu lalu.

"Untuk permasalahan chatingan yang beredar itu sudah dijawab oleh Istana (Kantor Staf Presiden)," ungkap Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy kepada wartawan disela penyampaian agenda pergantian antar waktu (PAW) saat ditemui di ruang kerjanya di Jalan RE. Martadinata, Selasa (7/9/2021).

Mengenai tindakan yang dilakukan oleh warga hingga terjadi cekcok di ruang Ketua DPRD Kuningan, Zul sapaan ketua dewan mengklaim tidak akan melakukan gugatan atau pelaporan atas penyebaran chatingan tangkap layar tersebut.

Baca juga: Video Ketua DPRD Kuningan Cekcok dengan Warga Viral, Dipicu Chat Soal Kunjungan Jokowi Bocor

"Langkah melakukan pelaporan atau melapor warga, ya gak tentu Anggota DPRD melaporkan warganya," katanya.

Sebelumnya ramai dikabarkan bahwa kunjungan Presiden RI Jokowi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Husnul Khotimah di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, batal.

Kemudian beredar chatingan Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy berisi dugaan pembatalan agenda kunjungan RI 1 tersebut, mendapat tanggapan dari Sanwani sekaligus pengurus Pondok Pesanteren Husnul Khotimah.

“Sebenarnya, screen shot chatingan Bang Zul sudah saya pegang sehari dari batalnya kunjungan Pak Presdien. Kenapa saya panggil beliau Bang Zul? Karena pengalaman bareng sewaktu di DPRD itu beliau Ketua Komisi A dan saya Sekretaris Komisinya.

Kemudian mengingat permasalahn tadi, pada hari berikutnya saya lakukan tabayun ke bang Zul untuk menanyakan soal demikian, namun jawabannya yakni itukan masalah politik penuh dengan intrik dan kita sama – sama dewasa,” ungkap Sanwani melalui sambungan selulernya seraya mengulas ucapan Ketua DPRD Kuningan seperti tadi, Senin (5/9/2021).

Adanya tindakan yang dilakukan Ketua DPRD Kuningan, Sanwani mengklaim sangat menyayangkan dengan sikap yang dilakukan sosok pejabat di Kuningan tersebut.

“Atas kepemilikan screen shot dan usai dilakukan tabayun, saya sudah menjaganya dan ini aib jika disebarluaskan juga.

Selain itu, untuk masalah ketidakhadiran Pak Presiden tidak masalah dan kami sangat berterima kasih atas kuota vaksin sebanyak 2 ribu yang diberikan pada agenda seharusnya di hadiri Pak Presiden,” katanya.

Terlibat cekcok Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy dengan warga alias Atang, Sanwani mengungkap tidak mengetahui persis bagaiamana kejadian itu berlangsung.

“Soal cekcok Ketua Dewan dengan warga saya tidak tahu dan pihak Ponpes Husnul Khotimah juga tidak menyuruhnya,” ujarnya. (*) 

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved