Breaking News:

Taliban Kembali Garang, Datangi Rumah ke Rumah Memburu Warga Amerika yang Tersisa di Afghanistan

Setelah militer Amerika Serikat pergi dari Afghanistan, Taliban memburu orang-orang Amerika yang tersisa.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
AFP
Pejuang Taliban duduk di atas kendaraan di sebuah jalan di Provinsi Laghman, Afghanistan, Minggu (15/8/2021) 

TRIBUNCIREBON.COM- Seorang warga negara Amerika Serikat (AS), penduduk asli California, Nasria yang tengah hamil, terbang ke Afganistan pada Juni lalu untuk mengunjungi keluarga dan menikah.

Pada awal September 2021, dia tetap menjadi salah satu dari sekitar 200 orang warga Amerika Serikat yang tertinggal di Afganistan pasca penarikan pasukan AS yang kacau.

Saat ini, setelah militer Amerika Serikat pergi dari Afghanistan, Taliban memburu orang-orang Amerika yang tersisa.

Hal itu ia katakan kepada Voice of America.

"Saya berpikir, apakah saya akan berhasil pulang? Apakah saya akan berkhir di sini? Apakah saya akan mati di sini? Apakah yang akan terjadi?" ujar Nasri yang meminta untuk ditulis hanya nama depannya untuk alasan keamanan, seperti dilansir Foxnews.

Ia mengatakan, milisi Taliban mendatangi mereka dari pintu ke pintu, mencoba melihat apakah ada orang yang memiliki paspor biru.

Pekan lalu, Darrell Issa, seorang yang bekerja untuk menyelamatkan orang AS yang tersisa di Afganistan mengatakan, bahwa Nasria telah ditendang di perut oleh pejuang Taliban.

"Siapa pun yang mengatakan tidak ada orang yang terdampar itu salah," kata Issa.

Ketika Afganistan jatuh dalam kekuasaan Taliban, Nasria dan suaminya, seorang warga negara Afganistan bergegas ke bandara Kabul yang penuh sesak dan kacau untuk mengungsi.

Perempuan Afghanistan ikut serta dalam pawai protes untuk hak-hak mereka di bawah pemerintahan Taliban di pusat kota Kabul pada 3 September 2021. AFP/HOSHANG HASHIMI
Perempuan Afghanistan ikut serta dalam pawai protes untuk hak-hak mereka di bawah pemerintahan Taliban di pusat kota Kabul pada 3 September 2021. AFP/HOSHANG HASHIMI (AFP/HOSHANG HASHIMI)

Ia dan suaminya mencoba menuju lokasi yang ditentukan selama 12 hingga 13 jam tetapi Taliban memblokir mereka dengan todongan senjata bahkan ketika dia menunjukkan paspor AS-nya kepada mereka.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved