Breaking News:

Soal Lapangan Gasibu Dibuka, Ridwan Kamil Sebut Percobaan, Akan Koordinasi dengan Kota Bandung

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengevaluasi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bandung mengenai percobaan pembukaan lapangan Gasibu

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Dedy Herdiana
Ilustrasi: Suasana lapangan Gasibu di Kota Bandung pada 27 November 2016, sebelum terjadi pandemi Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengevaluasi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bandung mengenai percobaan pembukaan lapangan Gasibu dan Saparua pada Rabu, 1 September 2021. 

"Gasibu dan Saparua, kita sedang melakukan percobaan pembukaan. Nanti tentu akan kita evaluasi hari-hari ke depan. Kalau memang belum ada kesesuaian dengan Perwal (Peraturan Wali Kota), kita akan koordinasikan dengan Pemkot Bandung," kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, melalui siaran digital, Minggu (5/9).

Kang Emil menuturkan, soal lapangan Gasibu dan Saparua yang kembali dibuka akan menjadi percobaan absensi digital via scan barcode untuk membatasi jumlah pengunjung. Jika berhasil, akan dijadikan contoh untuk pembatasan pengunjung di sarana olahraga terbuka maupun ruang publik.

Baca juga: Kabar Gembira, Lapangan Gasibu dan Saparua di Kota Bandung Kembali Dibuka, Ini Syarat Masuknya

Selain itu, Kang Emil menekankan bahwa pembukaan setiap aktivitas selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) harus dilakukan secara hati-hati dan bertahap.

"Seperti halnya juga sekolah dan lain-lain, semua kegiatan publik sudah harus dilakukan pembukaan dengan kehati-hatian. Semangatnya adalah bagaimana kegiatan ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dibuka perlahan melalui pembatasan yang proporsional," ucapnya.

Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar Sumasna memaparkan dua alasan percobaan pembukaan lapangan Gasibu dan Saparua.

"Pertama karena kasus COVID-19 di Jabar cenderung turun. Yang kedua karena masyarakat membutuhkan ruang terbuka untuk berolahraga menjaga imunitas," kata Sumasna.

Baca juga: Gasibu Kembali Dibuka, Pengunjung Wajib Terapkan Protokol Kesehatan untuk Masuk

Sumasna menuturkan, masyarakat yang akan masuk ke lapangan Gasibu dan Saparua dibatasi, yakni 50 persen dari total kapasitas. Masyarakat pun wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk masuk ke kedua lapangan tersebut.

"Ada Perwal dari Kota Bandung yang mengatur itu. Kemudian kalau kita cara membatasi kapasitasnya dengan kewajiban masyarakat scan barcode yang menunjukkan jumlah batasan pengunjung. Misalnya batasan pengunjung 150 orang, yang sudah masuk 150 orang. Ketika ada pengunjung yang baru datang scan barcode-nya menunjukkan angka 151, maka untuk sementara tidak bisa masuk," ucapnya.

Sumasna menyatakan, protokol kesehatan pun diterapkan dengan ketat. Baik ketika masuk maupun ke luar area, masyarakat tetap menggunakan masker dan cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer terlebih dahulu?

"Jika perkembangan kasus COVID-19 terus menurun atau membaik, maka bukan tidak mungkin kapasitas pengunjungnya ditambah secara bertahap," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved