Breaking News:

Peneliti Ungkap Jati Diri Wiralodra Pendiri Indramayu, Punya Nama Kecil Bagus Taka, Hidup di Abad 17

Raden Bagus Arya Wiralodra dikenal masyarakat Indramayu sebagai Adipati pertama sekaligus pendiri Kabupaten Indramayu.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Jajaran Pemerintahan Kabupaten Indramayu saat melakukan ziarah ke makam Raden Bagus Arya Wiralodra (Wiralodra I) di Desa/Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jumat (4/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Raden Bagus Arya Wiralodra dikenal masyarakat Indramayu sebagai Adipati pertama sekaligus pendiri Kabupaten Indramayu.

Baru-baru ini sejumlah peneliti sejarah yang terdiri dari tiga peneliti, yakni Iskandar Zulkarnaen, Dr Roni Tabroni, M. Hum, dan Nurhata, M. Hum berhasil mengungkap jati diri dari Pemimpin Indramayu tersebut.

Iskandar Zulkarnaen yang sekaligus pegiat sejarah dan budaya Indramayu mengatakan, awalnya sejak tahun 2009 ia tertarik dengan kisah Wiralodra dan menggagas penelitian tersebut.

Baca juga: Ziban Bocah 5 Tahun asal Indramayu Alami Hidrosefalus, Terkulai Lemah dan Kerap Merintih Kesakitan

Ia mengatakan, dari penelitian itu terungkap nama pribadi atau nama kecil dari sosok yang kini dikenal masyarakat Raden Bagus Arya Wiralodra adalah Bagus Taka.

Beliau hidup di era Mataram Islam Sultan Agung hingga Sunan Amangkurat pada abad ke-17. 

Berbeda dengan sosok Wiralodra yang selama ini dikenal hidup di era Demak.

"Itu nama kecil beliau, menurut pakem jawa Raden Bagus Taka itu (Jika kemudian dianggap menggunakan title ‘Raden’), Raden Bagus artinya keturunan ningrat saat beliau belum menikah dan Taka nama kecil beliau, ketika menikah biasanya gelar Bagus hilang begitu sesuai pepakem gelar yang masih dilestarikan dua Keraton Pecahan Mataram (Surakarta dan Yogyakarta)," ujar dia kepada Tribuncirebon.com melalui sambungan seluler, Minggu (5/9/2021).

Iskandar Zulkarnaen menjelaskan, informasi tersebut ditemukan para peneliti dari catatan Babad Bagelen yang mereka temukan di Perpustakaan Nasional di Jakarta pada tahun 2014 lalu. 

Saat itu seorang sahabat pegiat naskah yaitu Ki Tarka (alm) dan M Mukhtar Zaedin sedang mendapat tugas membantu Perpusnas RI dalam kegiatan inventaris arsip-arsip.

Baca juga: Nelayan Asal Indramayu Terombang-ambing di Laut Kalimantan, Beruntung Ditemukan Nelayan Lain

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved