Breaking News:

Objek Wisata Belum Semua Miliki Sertifikat CHSE, Ini Kata Ketua Paguyuban Wisata Kuningan

Andin sekaligua Ketua Paguyuban Wisata Kuningan mengatakan, kepemilikan sertifikat CHSE memang tidak wajib bagi pengusaha wisata di daerah.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Ahmad Ripai/Tribuncirebon.com
Objek Wisata Jurang Landung di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kuningan Jawa Barat, Minggu (4/9/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Banyaknya objek wisata di Kabupaten Kuningan ternyata belum semua memiliki Sertifikat CHSE (Clean Healthy Safety Enviroment).

"Dari sekian banyak destinasi wisata di Kuningan dengan jumlah hampir 60 lebih wisata di Kuningan, itu baru 15 persen saja," kata H Abidin saat ditemui di Objek Wisata Jurang Landung di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kuningan Jawa Barat, Minggu (4/9/2021).

Andin sekaligua Ketua Paguyuban Wisata Kuningan mengatakan, kepemilikan Sertifikat CHSE memang tidak wajib bagi pengusaha wisata di daerah.

Sebab itu program pemerintah pusat dalam memberikan kenyamanan terhadap pengunjung saat berada di lokasi wisata setempat.

Objek Wisata Jurang Landung di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kuningan Jawa Barat, Minggu (4/9/2021).
Objek Wisata Jurang Landung di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kuningan Jawa Barat, Minggu (4/9/2021). (Ahmad Ripai/Tribuncirebon.com)

"Untuk persyaratan mendapat CHSE itu merupakan bagian jaminan kenyamanan pengunjung. Sebab CHSE itu memiliki kriteria keberhasilan, keamanan, kesehatan serta di akui oleh pemerintah," katanya.

Namun, kata Abdin meminta kepada pemerintah untuk lebih serius dalam mendampingi dan melakukan pembinaan terhadap manajamen objek wisata di masing-masing daerah.

"Jadi, belum meratanya kepemilikan Sertifikat CHSE. Ini semoga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah, baik dari Dinas Pariwisata, Dinas Pendapatan dan Bappeda serta. Sebab kami menyakini bahwa wisata bisa menjadi PAD besar yang menjadi kemajuan Kuningan," katanya.

Adanya pembukaan objek wisata di Kuningan, Abdin mengklaim bahwa ini bentuk perhatian kepada pemerintah dalam memberikan kebaikan terhadap masyarakat di masa Pandemi Covid19.

"Ya meski dalam masa Pandemi Covid-19, pembukaan wisata itu tetap pada aturan prokes," katanya. (*)

Baca juga: Objek Wisata Pangandaran Dibuka, Kedatangan Wisatawan Langsung Meningkat, PHRI Bersyukur

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved