Breaking News:

NIK Jokowi Bocor dan Sertifikat Vaksin Covid-19 Bobol, Data Pribadi Sang Presiden Beredar di Twitter

Berikut ini kronologi Nomor Induk Kependudukan (NIK) Presiden Jokowi yang bocor hingga sertifikat vaksin Covid-19 bobol dan beredar di medsos

Kemendagri.go.id
Presiden Jokowi 

TRIBUNCIREBON.COM- Berikut ini kronologi Nomor Induk Kependudukan (NIK) Presiden Jokowi yang bocor hingga sertifikat vaksin Covid-19 bobol dan beredar di media sosial Twitter.

Warganet dihebohkan dengan beredarnya sertiikat vaksin Covid-19 Jokowi di dunia maya itu  hingga mengundang tanggapan dari berbagai pihak, salah satunya dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). 

Bocornya informasi data pribadi Jokowi berasal dari laman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada bagian form calon Presiden RI untuk Pemilu 2019, tepatnya pada alamat https://infopemilu2.kpu.go.id/pilpres/calon/jokowi.

Baca juga: Kebakaran Terjadi di Tol Cipali KM 122, Truk Fuso Ekspedisi Terbakar Hebat, Puluhan Motor Hangus

Gambar sertifikat vaksin Covid-19 Jokowi bocor setelah NIK-nya terungkap ke publik. Data itu kemudian digunakan warganet untuk melakukan cek sertifikat vaksin Covid-19 sang Presiden di aplikasi PeduliLindungi.

Hasil dari pengecekan itu berhasil menemukan kartu vaksin dosis pertama, kartu vaksin dosis kedua, dan form sertifikat vaksin dosis ketiga. Hasil pengecekan ini diunggah di Twitter dan mendapat respons luas dari warganet lainnya.

NIK Jokowi menjadi perbincangan warganet karena menampilkan NIK secara lengkap sebanyak 16 digit angka dan informasi pribadi Jokowi secara rinci.

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, selain NIK, data pribadi yang diunggah pada laman KPU tersebut terdiri dari data pribadi, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan, riwayat organisasi, riwayat penghargaan dan publikasi yang pernah dilakukan

.

Baca juga: Pasien Covid-19 Bisa Selamat, Tiga Makanan Ini Ternyata Bantu Cepat Sembuh dari Virus Corona

Tanggapan Kemendagri

Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakhrulloh meminta masyarakat tidak melakukan hal itu.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved